MOS PESERTA DIDIK BARU MAN 1 KENDARI

Posted by e-absen rapat Selasa, 24 Juni 2014 0 komentar

Humas MAN 1 KENDARI  kepala MAN 1 Kendari  Dra. Hj. Syamsiar, S.Pd, M.Hum  membuka masa oriaetasi Madrasah Peserta Didik Baru (PDB)masa orientasi madrasah ini akan berlangsung selama tiga hari mulai hari senin 23- 25 juni 2014  peserta didik baru yang diikuti oleh 301 orang, peserta didik baru yang dinyatakan lulus dalam tes seleksi penerimaan peserta didik baru,telah melalui tes, skolastik, bahasa inggris, tes baca tulis alqur’an, dan praktek ibadah, hadair pada acara tersebut ,Drs.H. Haris Mansur selaku wakil kepala Madrasah bidang Humas, syarifuddin S.Ag, M.PdI pembina,  OSIS, Drs. Mudair, M.Pd selaku wakamad kesiswaan, Asniati, S.Sos, M.Pd, selaku pembina  bela negara,Rahmad, S.Pd, M.Pd, dan para guru MAN 1 kendari. Pekan orientasi siswa peserta didik baru MAN 1 kendari dirangkaikan dengan perpisahan salah seorang guru MAN 1 kendari Drs. H. Abd. Rahman yang telah memasuki masa pensiun yang telah mengapdikan dirinya kuranglebih 30 tahun di MAN 1 kendari (saf)

Baca Selengkapnya ....

MAN PURBALINGGA JUARA NASIONAL LAWATAN SEJARAH

Posted by e-absen rapat 0 komentar
Siswa MAN Purbalingga Juara Nasional Lawatan Sejarah

Siak, Riau (Pinmas) —- Ratna Aprilia, siswa MAN Purbalingga, berhasil meraih juara pertama Kegiatan Lawatan Sejarah Nasional yang diadakan di Siak Riau pada tanggal 16 – 20 Juni 2014 lalu.
“Ratna berhasil meraih juara pertama berkat kemampuannya mempertahankan esai yang berjudul “Bangsa Bersatu karena Bahasa” di depan dewan juri dengan penuh percaya diri,” demikian penjelasan Kepala MAN Purbalingga Suratno kepada Pinmas, Senin (23/06).
Kegiatan Lawatan Sejarah Nasional (KLSN) diadakan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pada tahun 2014 ini, KLSN mengusung tema Merajut Simpul-Simpul Ke-Indonesiaan Melalui Lawatan Sejarah dengan sub-tema Menelusuri Jejak Masa Kebangkitan-Pergerakan Nasional Guna Memperkokoh Rasa Nasionalisme.
Menurut Suratno, sebelum mewakili provinsinya pada kejuaraan tingkat nasional, Ratna berhasil menyingkirkan peserta di tingkat Jawa Tengah pada ajang kompetisi yang diselenggarakan di  Balai Pelestarian Nilai Budaya Yogyakarta pada 19 – 22 Mei 2014 lalu. Saat itu, esai Ratna berjudul “Jangan Sampai Kebangkitan Nasional Menjadi Kebangkrutan Nasional”.
“Sukses mempertahankan esainya, Ratna berhasil menggondol tiket ke Siak Riau untuk mengikuti ajang tingkat Nasional sebagai peserta terbaik I untuk perwakilan tingkat provinsi Jawa Tengah dan peserta Favorit untuk region DIY, Jawa Tengah, dan Jawa Timur,”  tutur Suratno.
Prestasi yang diraih oleh Ratna Aprilia sangat membanggakan Kabupaten Purbalingga, khususnya MAN Purbalingga. Susilowati, S.Pd. guru pembina sejarah Ratna juga merasa sangat bahagia dan terharu ketika mendengar Ratna Aprilia berhasil meraih juara pertama tingkat Nasional.
Menurutnya Ratna merupakan anak yang cerdas dan memiliki percaya diri yang kuat. Kepercayaan diri yang kuat ini merupakan hasil gemblengan para guru di MAN Purbalingga yang tergabung dalam Jalur Khusus ( JK ).
Program Jalur Khusus MAN Purbalingga sudah banyak melahirkan juara. Selain Ratna ada delapan siswa yang berhasil maju dalam ajang OSN tingkat Provinsi tahun 2014 mewakili Kabupaten Purbalingga.
Demikian juga pada ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) MAN Purbalingga mampu menjadi juara umum tingkat Kabupaten dan akan maju ke tingkat Provinsi tanggal 26 Juni 2014. (pinmas/mkd)

Baca Selengkapnya ....

PILIHLAH PRESIDEN YANG TIDAK MEMBERI IMBALAN UANG

Posted by e-absen rapat Minggu, 22 Juni 2014 0 komentar
Emha Ainun Najib mengajak warga untuk menggunakan hak pilih pada pemilihan presiden dan wakil presiden pada 9 Juli nanti dengan niat karena Allah, bukan karena iming-iming. Ia menyampaikan hal itu pada taushiyah peringatan akhirusannah Pondok Pesantren Walisongo Sungkul Plumbungan Karangmalang Sragen.

“Jangan lupa tanggal 9 Juli nanti, sebagai warga negara Indonesia silakan menggunakan hak pilihnya untuk ikut andil dalam pesta demokrasi, namun kami berpesan jika sudah sampai bilik suara, jangan lupa mengucap bismillah niat saya memilih presiden karena Allah,” ungkap Cak Nun kepada para jama’ah, Sabtu (21/6) di lapangan Desa Plumbungan.

Menurut pria yang akrab disapa Cak Nun ini, jangan sampai kita memilih presiden karena ada iming-iming sesuatu atau mencari sesuatu.

“Jadi ketika sudah berniat karena Allah, entah pilihan kita jadi atau tidak itu adalah kehendak Allah dan insya’Allah orang yang niatnya benar akan bisa menerima hasil apa pun,” tegasnya.

Menurut Cak Nun, orang yang berselisih paham hingga menimbulkan permusuhan, itu terkadang justru melupakan hal yang pokok yang seharusnya menjadi prioritas. “Orang banyak yang meributkan tentang keripik singkong, gethuk singkong, dan makanan lain yang terbuat dari singkong, namun lupa bagaimana menanam singkong agar berkualitas,” sindirnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, sekarang bukan saatnya untuk mencaci dan memuji, tapi kedamaian dan ketentraman harus diutamakan karena itu adalah hal pokok yang menjadi salah satu tujuan demokrasi itu sendiri.

Baca Selengkapnya ....

PENGUMUMAN

Posted by e-absen rapat Jumat, 20 Juni 2014 0 komentar


PENGUMUMAN

Assalamu alaikum  Wr.Wb
DISAMPAIKAN KEPADA BAPAK/IBU GURU  MAN 1 KENDARI DIHARAPKAN KEHADIRANYA PADA ACARA  MGMP   YANG INSYA ALLAH AKAN DILAKSANAKAN
PADA                  : KAMIS, 26-27 JUNI 2014
JAM                              : 13.00 WITA
TEMPAT            : AULA MAN 1 KENDARI
DEMIKIAN PENGUMUMAN INI ATAS KEHADIRANYA KAMI UCAPKAN TERIMA KASIH
KENDARI, 21 JUNI 2014
KEPALA MAN 1 KENDARI
TTD 
DRA.HJ. SYAMSIAR, S.Pd, M.Hum


Baca Selengkapnya ....

Sekretaris Ditjen Pendis: Orang Sukses Pasti mempunyai Komitmen dan Integritas yang Bagus

Posted by e-absen rapat Selasa, 17 Juni 2014 0 komentar
"20% dari sistem pendidikan di Indonesia adalah pendidikan Islam, oleh karena itu peran pendidikan Islam dalam memajukan kualitas pendidikan di Indonesia menjadi bagian substantif dan elementer", ungkap Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin.

"untuk melaksanakan peran tersebut diperlukan pendanaan sebagai biaya operasional dan pengabdian kepada masyarakat sehingga mampu mencapai apa yang dituju. Pembiayaan ini di dalam pengelolaannya harus menerapkan prinsip transparasi dan akuntabilitas publik," ujar Kamaruddin Amin dalam acara Workshop Penatausahaan Perbendaharaan Tingkat Kanwil, PTAIN dan Kankemenag di Batam (23/5/2014).

Kamaruddin juga menjelaskan tentang tantangan dalam menjalankan program pendidikan Islam yang harus dihadapi mulai dari pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi Islam, "untuk perguruan tinggi, pertama; ada permasalahan relevansi antara kebutuhan pasar dengan output perguruan tinggi di Indonesia sehingga alumni perguruan tinggi tidak mendapatkan pekerjaan yang layak dan kegamangan dalam berwirausaha, untuk itu diperlukan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pasar, "Jelas Kamaruddin.

Kedua; lanjut Kamaruddin kompetitif ness yaitu para alumni perguruan tinggi kalah dalam persaingan dibanding dengan alumni dari negara lain baik dari sisi akademik, penelitian dan industri hal ini menjadi ironis dengan banyaknya jumlah penduduk di Indonesia dan yang ketiga; adalah akses belajar hanya 27% dari anak yang berumur 19-23 tahun, bandingkan dengan Thailand dan Malaysia yang mencapai 44% dan 40%, "Di Indonesia hanya mempunyai 1.790 Doktor padahal untuk menjadi World Class University dosen harus bertitel Doktor, untuk itu Ditjen Pendidikan Islam pada tahun 2015 akan menawarkan program beasiswa 1.000 Doktor, "kata Kamaruddin.

Untuk pendidikan Madrasah, di tingkat Madrasah Aliyah Kamaruddin menyatakan baru 78% yang mengenyam pendidikan, sisanya tidak bisa karena miskin, solusinya adalah meningkatkan angka partisipasi kasar, ditargetkan pada tahun 2020 mencapai 98% yang diimbangi dengan pembangunan infrastruktur dan peningkatan mutu guru, sedangkan untuk Pendidikan Dasar sudah sangat bagus bahkan terbaik di Asia Tenggara hanya tinggal 5% yang belum tersentuh dengan pendidikan dasar, prestasi tersebut mendapatkan penghargaan dari UNESCO dan dibandingkan dengan China Indonesia lebih baik.

Pelatihan ini diharapkan bisa menambah pengetahuan teknis, "adalah sebuah keharusan untuk siapapun, kalau diberikan posisi apapun yang pertama dilakukan adalah membaca tentang aturan-aturan yang terkait dengan jabatan dengan segala konsekuensinya, "ucap Kamaruddin. diakhir pembicaraannya Kamaruddin berpesan kepada para peserta bahwa disamping mempunyai kemampuan hendaknya selalu berkomitmen dan berintegritas dalam menjalankan amanah, "Insya Allah tidak ada masalah dan berhasil karena orang sukses pasti mempunyai komitmen dan integritas yang bagus, "tutup Kamaruddin.
(acm/ra)

Baca Selengkapnya ....

KISAH KEPSEK DI AMERIKA

Posted by e-absen rapat 0 komentar
Sekitar 1.000 guru dan kepala sekolah mendapat pelatihan tentang pendidikan berbasis kepemimpinan pada Sabtu, 5 April 2014. Mereka mengikuti seminar tentang metode mengajar yang menitikberatkan pada pengembangan kepribadian anak yang diselenggarakan Yayasan Tunas Mulia Adi Perkasa.

Para peserta seminar bertajuk “Creating Leadership Culture” itu mendapat tamu istimewa, yaitu Muriel Summers, Kepala Sekolah Dasar A.B Comb, North Carolina. Dia mendapat predikat kepala sekolah terbaik karena berhasil memimpin sekolah yang hampir ditutup itu menjadi sekolah unggulan.

Summers mengatakan, keberhasilan itu diraih setelah sekolahnya menerapkan metode pengajaran yang berbeda. Ketimbang berfokus meningkatkan nilai anak, para guru menanamkan tanggung jawab dan manfaat belajar kepada siswa. “Hasilnya anak belajar lebih gembira dan nilai mereka ikut meningkat,” katanya.

Kunci keberhasilan metode ini adalah pendekatan guru kepada siswa. Guru, kata dia, tak boleh menghakimi siswa. Summers kemudian berbagi pengalaman mengajar seorang anak bernama Jason Stines yang dicap sebagai siswa bermasalah. Siswa itu masuk ke SD A.B Comb ketika menginjak kelas 5.

Dari awal datang, penampilan Jason sudah terlihat urakan dengan celana hipster dan rambut yang acak-acakan. “Dia mengucapkan kata-kata yang tak pantas dan kasar, tapi kemudian saya bilang di sekolah ini kita tidak bicara kasar,” kata Summers. “Anak ini sudah tujuh kali pindah sekolah.”

Sebulan pertama, Jason memang masih sering membuat onar, tetapi sekolah sudah meminta agar siswa lain membantu Jason. Beberapa bulan kemudian, Jason mulai memiliki teman. “Nilainya yang dulu hanya terdiri dari D dan F juga meningkat menjadi B,” katanya.

Bertahun-tahun kemudian, Jason lulus dari sekolah menengah atas dengan nilai yang bagus. Dia bahkan mendapat beasiswa penuh ke Universitas South Carolina karena berprestasi di bidang olahraga. “Hal yang paling membanggakan bagi sekolah kami bukanlah penghargaan, tapi keberhasilan kami mengarahkan anak-anak seperti Jason,” kata Summers.

Hal lain yang tak kalah penting adalah menanamkan manfaat belajar kepada anak. Summers menyarankan agar guru menggunakan cita-cita mereka untuk mengajak anak belajar. “Misalnya, anak harus belajar matematika jika ingin menjadi insinyur, dokter, presiden, atau menteri. Soalnya semua membutuhkan kemampuan berlogika,” kata Summers. “Dengan begitu anak bukan hanya mengejar nilai akademis tanpa tahu apa manfaatnya.”

Satu peserta seminar, Asnaleli dari SDN Tanjung Barat 07, mengaku terkesan dengan metode mengajar itu. Dia mengakui, selama ini guru amat terbebani dengan target prestasi akademik anak, terutama di sekolah negeri. “Kalau mau meningkatkan mutu pendidikan memang harus dari hal yang paling dasar seperti ini,” katanya. (Baca juga: 5 SD DKI Jadi Pilot Project Pendidikan Pemimpin)

Baca Selengkapnya ....
Ricky Pratama's Blog support EvaFashionStore.Com - Original design by Bamz | Copyright of MAN 1 KENDARI.