Kurikulum pendidikan 2013 tidak bisa diterapkan

Posted by e-absen rapat Senin, 13 Mei 2013 1 komentar
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menilai mekanisme pelaksnaan kurikulum 2013 tidak jelas. Karenanya tidak bisa diterapkan secara menyeluruh pada tahun ajaran baru nanti. "Kalau dipaksakan, kurikulum akan hancur karena semuanya belum siap. Bahkan penandatanganan dokumen kurikulum saja belum dilaksanakan hingga saat ini meski tahun ajaran baru akan dimulai sebentar lagi," ujar Ketua Pengurus Besar (PB) PGRI Pusat Drs Sugito MSi kepada wartawan, di AMC UMY. Minggu (12/5). Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY tersebut, belum adanya penandatanganan dokumen kurikulum membuat proses penggandaan buku dan silabus pun hingga kini tidak bisa diselesaikan. Jadwal pelatihan bagi para guru pun akhirnya ikut mundur karena masalah tersebut. Padahal mereka tidak bisa menerapkan kurikulum tersebut kepada anak didik bila tidak dilakukan pelatihan terlebih dahulu. Sementara anggaran untuk pelaksanaan kurikulum dari pemerintah tidak sesuai permintaan kementerian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud). Dari dana sebesar Rp2,4triliun yang diminta kemendikbud, pemerintah hanya menurunkan dana sebesar Rp880 miliar. "Akibatnya sasaran sekolah yang menerapkan kurikulum ini pun akhirnya dikurangi. Kalau dulunya 30% di tingkat SD, maka dikurangi jadi 5% saja dan di tingkat SMP hanya 30%," ungkapya. Dengan munculnya berbagai persoalan tersebut, PB PGRI meminta penerapan kurikulum 2013 sebatas uji coba. Kemendikbud RI tidak perlu memaksakan diri untuk menerapkan kurikulum baru tersebut secara menyeluruh. Selama setahun kedepan Kemendikbud bisa melakukan evaluasi penerapan kurikulum. Hasil dari evaluasi tersebut bisa dilakukan pembenahan dengan anggaran yang baru. "Bila kurikulum hanya diterapkan sebagai pilot project dan belum final, maka kemendikbud bisa melakukan pembenahan disana-sini agar kedepannya lebih baik," ungkapnya.

Baca Selengkapnya ....

Penyebab guru tidak disenangi siswa

Posted by e-absen rapat Sabtu, 11 Mei 2013 0 komentar
Guru selayaknya di guru dan ditiru dengan catatan langkah, perbuatan serta ucapannya sesuai dengan hukum ,aturan serta norma yang berlaku. Tidak jarang dan sering terdengar di pihak wali murid ada yang suka membicarakan seorang guru tentang mengajarnya atau siswa didik yang curhat terhadap orang tuanya dengan kejadian –kejadian seorang guru di sekolahnya.
Banyak guru di sekolah tidak sadar jika anak didiknya kurang suka sama dirinya. karena sudah sesuai dengan tupoksi, padahal di masyarakat dan siswa didik banyak yang membicarakan dan mengucapkan tidak suka.
Melalui artikel sederhana ini , saya akan menuliskan  factor-faktor yang menyebabkan siswa tidak suka kepada gurunya. Tulisan ini saya buat hasil dari interview dengan anak serta dengan pertanyaan quiz. Kegiatan ini saya lakukan ditempat kerja saya dengan hasil kesimpulan. Bahwa ada faktor penyebab guru tidak di senangi siswa diantaranya :
  1. Guru banyak menyuruh siswa mencatat materi  tetapi guru tidak mau menjelaskan.
  2. Dalam mengajar  terlalu monoton  dengan menggunakan metode ceramah yang tidak interktif.
  3. Guru tampak bringas, tegang kurang menunjukkan rasa kasih sayang.
  4. Kurang menghargai siswa
  5. Malas atau jarang masuk kerja
  6. Datang untuk mengajar selalu kesiangan tidak tepat waktu.
  7. Terlalu banyak memberikan tugas –tugas  dengan jumlah banyak.
  8. Saat pelaksanaan pembelajaran dari awal hingga akhir guru hanya diam dan duduk ditempat atau dikantor.
  9. Menjelaskan materi terlalu cepat, tidak peduli terhadap siswa mau paham atau tidak terpenting menjelaskan.
  10. Sering memarahi siswa dengan permasalahan yang tidak besar.
  11. Sering memukul, merendahkan siswa dan mengolok-olok siswa
  12. Tidak menjenguk saat ada siswa sakit.
  13. Kurang menguasai materi, metode dan model pembelajaran.
  14. Kurang memiliki rasa kasih sayang bahwa siswa didik adalah anak kita juga.
  15. Tidak pernah senyum di kepada siswa.
Tulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi diri saya sendiri dan mudah-mudahan bermanfaat untuk orang lain sesama pendidik.

Baca Selengkapnya ....

Kemendikbud Umumkan SBMPTN 2013

Posted by e-absen rapat Jumat, 10 Mei 2013 0 komentar
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi (Dikmenti) mengumumkan proses Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013, Sabtu (11/5). Ketua SBMPTN, Profesor Akhmaloka, memaparkan penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia akan dilakukan melalui tiga jalur, yakni undangan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan ujian mandiri yang digelar masing-masing PTN. Udangan SNMPTN merupakan seleksi dari PTN tanpa adanya tes bagi calon mahasiswa baru. Sedangkan SBMPTN merupakan tes tertulis yang disegelenggarakan serentak Dikmenti di seluruh Indonesia. SBMPTN melibatkan 62 PTN di bawah Kemendikbud dan Kementerian Agama. Pendaftaran SBMPTN akan dibuka Senin, 13 Mei hingga 7 Juni. Pelaksanaan ujian tertulis pada 18-19 Juni. Selain ujian tertulis, akan ada ujian keterampilan bagi universitas dengan program studi ilmu seni keolahragaan pada 20-21 Juni. Pengumuman hasil ujian pada 12 Juli. Proses pendaftaran dan pengumuman hasil dilakukan secara online di HYPERLINK http://ujian.sbmptn.or.id/"http://ujian.sbmptn.or.id. "Untuk mencegah penuhnya pengakses online, hasil ujian akan kami umumkan juga melalui media cetak," kata Akhmaloka. Biaya pendaftaran yang dikenakan bagi peserta SBMPTN sebesar Rp 175 ribu untuk pilihan jurusan di rumpun sains dan teknologi atau sosial humaniora. Sementara untuk peserta yang ingin mengambil kesempatan di dua rumpun itu dikenakan biaya Rp 200 ribu. Biaya tambahan Rp 150 ribu akan dikenakan pada peserta yang mengikuti ujian keterampilan di program kesenian atau keolahragaan. Akhmaloka meyakinkan, "Khusus untuk calon peserta yang mendapatkan beasiswa Bidikmisi Kemendikbud, semua proses SBMPTN akan dibebas-biayakan." katanya menegaskan.

Baca Selengkapnya ....

antara ketiban ilmu dan menuntut ilmu

Posted by e-absen rapat 0 komentar
Semakin maju teknologi elektronik semakin beragam bentuk media yang hadir di depan kita. Jika zaman dahulu belajar dan berita ditularkan dengan amat lambatnya, sekarang semuanya serba cepat. Siapa lebih cepat, dialah yang dapat. Maka mengenallah kita berbagai acara langsung yang seolah tidak berjarak lagi antara watu kejadian nyata dan informasi yang kita terima. Kemajuan ini sangat berpengaruh sekali pada berbagai lini kehidupan. Mulai dari sistem pembelajaran yang dikenal denga istilah e-learning, sisi administrasi ada e-KTP demikian juga dalam dunia dakwah. Bagi sebagian orang yang percaya akan mitos teknologi dan obyektivitas media, menanggapi kemajuan ini dengan penuh keriangan karena hal tersebut meringankan kewajiban dalam mencari ilmu ‘thalabul ilmi’ sebagaimana seruan Rasulullah saw yang telah masyhur ‘uthlubul ilma wa lau bis-shin’ carilah ilmu sampai negeri cina. Benarkah demikian? cukupkah criteria mencari ilmu itu hanya dengan duduk-duduk di depan televisi sambil minum teh dan menyimak para ustadz berceramah? Atau dengan memainkan mouse di depan computer secara oline dan menziarahi berbagai situs Islam? cukupkan semua itu? Mengenai gambaran ini Muallim KH. Syafi’I Hadzami pernah mengatakannya sebagai ketiban ilmu bukan mencari ilmu (thalabul ilmi). Memang mendengarkan berbagai materi dakwah melalui media apapun merupakan amal baik dan insyaallah banyak memberi manfaat. Namun jika caranya seperti gambaran di atas tanpa ada usaha yang ‘merpotkan’ itu belum layak disebut mencari atau menuntut ilmu, mengaji, juga bukan thalabul ilmi. Karena sesungguhnya thalabul ilmi itu mensyaratkan wujudnya seorang guru yang akan membimbing dan mengarahkan serta memberikan sui tauladan praktis (aplikatif) dalam dunia nyata. Atau dalam bahasa jawa yang bisa digugu dan ditiru (bisa didengarkan fatwa kebenarannya dan dicontoh tindak lakunya). Oleh karena itu jika tidak dijumpai seorang guru, hendaklah ia mencarinya hingga ketemu walaupun dengan berjalan sejauh jarak negeri Arab hingga Cina. Sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Allah Musa as. ketika mengarungi lautan penuh kecapaian dan letih lesu dalam rangka mencari sang Guru Nabi Allah Khidir as. أتنا غداءنا لقد لقينا من سفرنا هذا نصبا Berikanlah kepada kami makanan siang. Sesungguhnya kami telah menjumpai (merasa) letih dalam perjalanan ini. Demikianlah, bagaimana kata thlabul ilmi identik dengan thalabul mursyid dan thalabus syaikh sebagai penunjuknya. Begitu pentingnya posisi seorang guru dalam pencarian petunjuk seperti yang diterangkan oleh Ibn Ruslan dalam Zubad­-nya. من لم يكن يعلم ذا فليسأل * من لم يجد معلما فليرحل Barang siapa yang tidak mengetahui akan sesuatu masalah hendaklah ia bertanya. Barang siapa yang tidaj mendapatkan guru, hendaklah ia berlayar. Kata berlayar dalam konteks syi’ir diatas adalah bepergian yang selayaknya menyertakan proses usaha keras, letih dan capek. Wallahu a’lam bis-showab.

Baca Selengkapnya ....

Penulisan Lafazh Salam Dan Kekeliruannya

Posted by e-absen rapat 0 komentar
Pembaca kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah ta’ala, ucapan salam adalah sunah yang diajarkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi sebagian kaum muslimin salah dalam mengucapkannya, sebagian salah dalam menuliskan atau melafazhkan, sebagiannya lagi salah dalam mengucapkan salam dengan meringkasnya menjadi kata yang tidak lagi menjadi salam.
Dalam bahasa arab, tulisan salam secara lengkap adalah seperti ini,
Pembacaannya adalah “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh”, kalau mau terperinci panjang pendeknya di tulis “Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh”, perhatikan panjang dan pendeknya

Makna kalimat salam tersebut di antaranya adalah, “Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya tercurah kepadamu.”
Ucapan salam di atas adalah bentuk salam yang paling sempurna, adapun bentuk pengucapan lain bisa dengan mengucapkan,
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
“Assalamu ‘alaikum warahmatullah”
Atau,
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ
“Assalamu ‘alaikum”
Dasarnya adalah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ ثُمَّ جَلَسَ فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- : عَشْرٌ . ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ فَقَالَ : عِشْرُونَ . ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ فَقَالَ : ثَلاَثُونَ
Dari Imran Ibn Hushain radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mengucapkan “Assalamu ‘alaikum”. Nabi menjawab salam itu, lalu orang itu duduk. Nabi berkata, “sepuluh (kebaikan)”. Kemudian datang orang lain dan mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”. Nabi menjawabnya, lalu orang itu duduk dan Nabi berkata, “Dua puluh (kebaikan)”. Kemudian datang orang lain lagi dan mengucapkan “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh”. Nabi membalas salamnya lalu dia duduk dan Nabi berkata, “Tiga puluh (kebaikan).” (HR. Abu Daud)
Membalas Salam
Adapun bentuk membalas salam adalah berdasarkan firman Allah ta’ala dalam surat an-Nisa,
“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).” (QS. An Nisa’: 86)
Dalam ayat ini Allah ta’ala memerintahkan kita untuk membalas salam dengan yang lebih baik, sehingga kalau yang memberi salam mengucapkan,
“Assalamu ‘alaikum”
Maka minimal kita jawab dengan mengucapkan,
“Wa ‘alaikumus salam”
Kalau kita ingin membalas dengan yang lebih lengkap dengan mengucapkan,
“Wa ‘alaikumus salam wa rahmatullah”
Atau,
“Wa ‘alaikumus salam wa rahmatullahi wabarakatuh”
Maka ini lebih baik.
Jadi apabila yang memberi salam mengucapkan lafazh yang lengkap, maka sepantasnya kita untuk membalas dengan ucapan salam yang lengkap juga.
Perhatian!!
Kesalahan yang sering ditemui dalam pengucapan salam adalah penyingkatan salam dengan tulisan “ass”, “ass.wr.wb”, “asw” atau yang lainnya, maka ucapan seperti ini bukanlah salam, hendaknya ketika menulis komentar, sms atau media lainnya kita tidak menuliskan seperti itu. Tulislah dengan lafazh yang benar seperti “assalamu ‘alaikum”, atau kalau memang tergesa-gesa tidak di tulis juga tidak apa-apa.
Semoga bermanfaat…
Penjelasan lengkap tentang salam ini silakan merujuk ke blog saudara kita Muhammad Abduh Tuasikal di link ini:
Tebarkanlah Salam
sumberhttp://badaronline.com/

Baca Selengkapnya ....

SHALAT DHUHA MAN 1 KENDARI

Posted by e-absen rapat Selasa, 07 Mei 2013 0 komentar
IBU DRA. HJ. SYAMSIAR, S.Pd, M.Hum SEDANG MEMANTAU KEGIATAN SHALAT DUHA DI PAGI HARI
Shalat dhuha adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu dhuha. Yaitu waktu ketika matahari terbit hingga terasa panas menjelang shalat Dzuhur. Mungkin dapat diperkirakan sekitar pukul tujuh sampai pukul sebelas. Shalat dhuha sebaiknya dilakukan setelah melewati seperempat hari. Artinya, jika satu hari (12 jam, terhitung dari pukul 5 pagi – pukul 5 sore) dibagi empat maka shalat dhuha sebaiknya dilakukan pada seperempat kedua dalam sehari, atau sekitar pukul sembilan. Sehingga setiap seperempat hari selalu ada shalat. Terhitung dari shubuh sebagai shalat pertama mengisi waktu paling dini. Kemudian shalat dhuha sebagai shalat kedua. Ketiga shalat dhuhur dan keempat shalat ashar. Jika demikian maka dalam satu hari keidupan kita tidak pernah kososng dari shalat.
Shalat dhuha memiliki beberapa fadhilah yang pertama adalah mengikuti sunnah Rasulullah saw. sebagaimana beliau berwasiat kepada Abu Hurairah, ia berkata
 عن أبي هريرة رضي الله عنه أنه قال : " أوصاني خليلي بثلاثٍ : صيامِ ثلاثةِ أيامٍ من كل شهر ، وركعتي الضحى ، وأن أوتر قبل أن أنام " ( رواه البخاري 
Rasulullah saw, kekasihku itu berwasiat padaku tiga hal pertama puasa tiga hari setiap bulan, kedua dua rakaat dhuha (setiap hari), ketiga shalat witir sebelum tidur.
Diantara fadhilah yang lain adalah menjadikan diri bersih dari dosa yang memungkinkan terkabulnya segala do’a. Sebagaimana hadits Abu Hurairoh
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، أَنّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، قَالَ : " مَنْ حَافَظَ عَلَى سُبْحَةِ الضُّحَى غُفِرَتْ ذُنُوبُهُ ، وَإِنْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ "
Barang siapa menjaga shalat dhuha, maka Allah akan mengampunin segala dosanya walaupun sebanyak buih di lautan.
Dan yang tidak kalah penting adalah fadhilah yang langsung ditegaskan oleh Allah melalui Rasulullah saw dalam hadits Qudsi
 عن أبي الدرداء وأبي ذرِّ ( رضي الله عنهما ) عن رسول الله صلى الله عليه وسلم : عن الله تبارك وتعالى أنه قال : ابن آدم ، اركع لي أربع ركعاتٍ من أول النهار أكفك آخره " ( رواه الترمذي )
Dari Abi Darda’ dan Abi Dzar dari Rasulullah saw (langsung) dari Allah Tabaraka wa Ta’ala “ruku’lah untukku empat rakaat di permulaan hari (pagi), maka Aku akan mencukupimu di sisa harimu”  
Shalat dhuha minimal dilaksanakan dua raka’at, dan yang baik adalah empat rekaat sedangkan sempunanya adalah enam raka’at, dan yang paling utama adalah ukuran maksimal yaitu delapan rakaat.Shalat dhuha sebaiknya dilakukan dua rakaat untuk satu kali salam, walaupun boleh melangsungkannya dalam empat raka’at sekaligus. Untuk dua rakaat shalat dapat dimulai dengan niat أصلى سنة الضحى ركعتين لله تعالى  Ushalli sunnatad dhuha rak’ataini lillahi ta’ala. Aku niat shalat dua dua raka’at karena Allah.
Kemudian dilanjutkan dengan bacaan al-Fatihah dan disusul kemudian surat was-Syamsi wa dhuhaha untuk raka’at pertama dan qul ya ayyuhal kafirun  untuk raka’at kedua. Demikianlah selanjutnya diulang dengan bacaan surat semampunya.Adapun bacaan do’a dalam shalat dhuha sangatlah beragam akan tetapi yang masyhur adalah
 اللَّهُمَّ إنَّ الضُّحَى ضَحَاؤُك وَالْبَهَا بَهَاؤُك وَالْجَمَالُ جَمَالُك وَالْقُوَّةُ قُوَّتُك وَالْقُدْرَةُ قُدْرَتُك وَالْعِصْمَةُ عِصْمَتُك اللَّهُمَّ إنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضَحَائِكَ وَبِهَائِك وَجَمَالِك وَقُوَّتِك وَقُدْرَتِك آتِنِي مَا آتَيْت عِبَادَك الصَّالِحِينَ
allahumma innad dhuhaa dhuha uka, wal bahaa bahaa-uka, wal jamaala jamaa-luka, wal quwwaata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ishmata ishmatuka. allahumma inkaana rizqi fis-samaa-i fa-anzilhu, wainkaana fil-ardli fa akhrijhu, wainkaana mu’siron fayassirhu, wainkaana charooman fathohhirhu, wainkaana ba’iidan faqorribhu, bichaqqi dhuhaaika, wajaamalika, wabahaaika, waqudrotika, waquwwatika, waishmatika, aatini maa’ataita ‘ibaadakash-sholichiin. 
(ya allah sesungguhnya waktu dhuha adalah dhuha-mu, dan keindahan adalah keindahan-mu, dan kebagusan adalah kebagusan-mu, dan kemampuan adalah kemampuan-mu, dan kekuatan adalah kekuatan-mu, serta perlindungan adalah perlindungan-mu. ya allah apabila rizqiku berada dilangit maka mohon turunkanlah, bila di bumi mohon keluarkanlah, bila sulit mudahkanlah, bila jauh dekatkanlah, dan bila haram bersihkanlah, dengan haq dhuha-mu, keindahan-mu, kebagusan-mu, kemampuan-mu, kekuatan-mu dan perlindungan-mu, berikanlah kepadaku apa saja yang engkau berikan kepada hamba-hambamu yang sholeh).












 pak safrudin lagi melihat kedepan


Baca Selengkapnya ....
Ricky Pratama's Blog support EvaFashionStore.Com - Original design by Bamz | Copyright of MAN 1 KENDARI.