Tampilkan postingan dengan label kutipan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kutipan. Tampilkan semua postingan

Kerukunan

Posted by e-absen rapat Jumat, 09 Mei 2014 0 komentar

Kerukunan

Kerukunan sebagai istilah yang mudah untuk disebut setiap orang, tetapi menjadi rumit untuk diwujudkan. Al-Qur'an telah memberikan petunjuk dalam memelihara kerukunan, diantaranya dengan mengembangkan sikap terbuka sesama muslim, betapapun besarnya perbedaan personal dalam paham atau ataupun tingkah laku. setiap orang harus tetap menunjukkan sikap rukun (solid). Hal ini bukanlah perkara mudah, memerlukan tingkat ketulusan dalam pandangan islam.
1.  Pengertian kerukunan
Kerukunan dalam bahasa Arab disebut dengan kata tawaafuqun, tawaddun, ittifaqul kamilati. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kerukunan diartikan dengan kelapangan dada, dalam arti suka rukun kepada siapapun, membiarkan orang berpendapat atau berpendirianlain, tak mau mengganggu kebebasan berpikir dan berkeyakinan lain. Kerukunan itu adalah satu tata pikir atau sikap hidup (thalent attitude) yang menunjukkan kesabaran dan kelapangan dada menghadapi pikiran-pikiran, pendapat-pendapat, dan pendirian orang. Dalam istilah agama islam,kerukunan itu dinamakan tasamuh, yaitu membiarkan secara sadar terhadap pikiran atau pendapat orang lain. Orang yang demikian dinamakan toleran.
Kerukunan itu membentuk sikap lahiriah manusia dalam kaitannya dengan hubungan antar manusia dalam masyarakat. Ciri-ciri kerukunan diantaranya tergambar dalam kebesaran jiwa seseorang, keluasan paham dan pengertiannya, serta lapang dada dan sabar menghadapi pendapat-pendapat atau pendirian orang lain yang bertentangan dengan pendapat dan pikirannya sendiri. Di dalamnya, termasuk kerukunan karena perbedaan kepercayaan agama.
2.   Karakteristik Kerukunan
Sifat kerukunan menghendaki bahwa perbedaan agama, kepercayaan, keyakinan dan pendirian, serta paham dan penilaian tidak boleh membuat satu garis pemisah yang memengaruhi hubungan di segala bidang kehidupan. Semua harus senantiasa diciptakan hubungan yang harmoni serta menjauhkan sikap yang kaku dan konfrontatif. kerukunan membentuk watak manusia supaya bersikap menahan diri, lapang dada, dan luwes (flexibility) .Islam tidak mengenal unsur-unsur paksaan. Hal ini berlaku mengenai cara, tingkah laku, dan sikap hidup dalam segala keadaan,serta dipandang sebagai satu hal yang pokok/esensial. Islam bukan saja mengajarkan supaya tidak melakukan kekerasan dan paksaan, tetapi diwajibkannya pula supaya seorang muslim menghormati agama lain serta menghargai pemeluk-pemeluknya dalam pergaulan.
Kerukunan dalam ajaran islam memmiliki batas-batas yang harus diperhatikan. Sikap kerukunan ini tidak boleh memaksa atau merugikan kepada kaum muslimin sendiri.Islam memberikan perlindungan terhadap pemeluk lain yang ingin hidup secara damai dalam masyarakat atau pemerintahan yang dikuasai oleh kaum muslimin. Meraka akan diperlakukan dengan baik dan adil sebagaimana orang Yahudi dan Nasrani pada zaman pemerintahan Rasulullah di Madinah. Kaum muslimin diikat oleh suatu peraturan supaya hidup bertetangga dan bersahabat dengan orang yang memeluk agama lain. Hak-hak meraka tidak boleh dikurangi dan tidak boleh dilanggar.

Baca Selengkapnya ....

Kurikulum pendidikan 2013 tidak bisa diterapkan

Posted by e-absen rapat Senin, 13 Mei 2013 1 komentar
Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) menilai mekanisme pelaksnaan kurikulum 2013 tidak jelas. Karenanya tidak bisa diterapkan secara menyeluruh pada tahun ajaran baru nanti. "Kalau dipaksakan, kurikulum akan hancur karena semuanya belum siap. Bahkan penandatanganan dokumen kurikulum saja belum dilaksanakan hingga saat ini meski tahun ajaran baru akan dimulai sebentar lagi," ujar Ketua Pengurus Besar (PB) PGRI Pusat Drs Sugito MSi kepada wartawan, di AMC UMY. Minggu (12/5). Menurut mantan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY tersebut, belum adanya penandatanganan dokumen kurikulum membuat proses penggandaan buku dan silabus pun hingga kini tidak bisa diselesaikan. Jadwal pelatihan bagi para guru pun akhirnya ikut mundur karena masalah tersebut. Padahal mereka tidak bisa menerapkan kurikulum tersebut kepada anak didik bila tidak dilakukan pelatihan terlebih dahulu. Sementara anggaran untuk pelaksanaan kurikulum dari pemerintah tidak sesuai permintaan kementerian pendidikan dan kebudayaan (kemendikbud). Dari dana sebesar Rp2,4triliun yang diminta kemendikbud, pemerintah hanya menurunkan dana sebesar Rp880 miliar. "Akibatnya sasaran sekolah yang menerapkan kurikulum ini pun akhirnya dikurangi. Kalau dulunya 30% di tingkat SD, maka dikurangi jadi 5% saja dan di tingkat SMP hanya 30%," ungkapya. Dengan munculnya berbagai persoalan tersebut, PB PGRI meminta penerapan kurikulum 2013 sebatas uji coba. Kemendikbud RI tidak perlu memaksakan diri untuk menerapkan kurikulum baru tersebut secara menyeluruh. Selama setahun kedepan Kemendikbud bisa melakukan evaluasi penerapan kurikulum. Hasil dari evaluasi tersebut bisa dilakukan pembenahan dengan anggaran yang baru. "Bila kurikulum hanya diterapkan sebagai pilot project dan belum final, maka kemendikbud bisa melakukan pembenahan disana-sini agar kedepannya lebih baik," ungkapnya.

Baca Selengkapnya ....

Penyebab guru tidak disenangi siswa

Posted by e-absen rapat Sabtu, 11 Mei 2013 0 komentar
Guru selayaknya di guru dan ditiru dengan catatan langkah, perbuatan serta ucapannya sesuai dengan hukum ,aturan serta norma yang berlaku. Tidak jarang dan sering terdengar di pihak wali murid ada yang suka membicarakan seorang guru tentang mengajarnya atau siswa didik yang curhat terhadap orang tuanya dengan kejadian –kejadian seorang guru di sekolahnya.
Banyak guru di sekolah tidak sadar jika anak didiknya kurang suka sama dirinya. karena sudah sesuai dengan tupoksi, padahal di masyarakat dan siswa didik banyak yang membicarakan dan mengucapkan tidak suka.
Melalui artikel sederhana ini , saya akan menuliskan  factor-faktor yang menyebabkan siswa tidak suka kepada gurunya. Tulisan ini saya buat hasil dari interview dengan anak serta dengan pertanyaan quiz. Kegiatan ini saya lakukan ditempat kerja saya dengan hasil kesimpulan. Bahwa ada faktor penyebab guru tidak di senangi siswa diantaranya :
  1. Guru banyak menyuruh siswa mencatat materi  tetapi guru tidak mau menjelaskan.
  2. Dalam mengajar  terlalu monoton  dengan menggunakan metode ceramah yang tidak interktif.
  3. Guru tampak bringas, tegang kurang menunjukkan rasa kasih sayang.
  4. Kurang menghargai siswa
  5. Malas atau jarang masuk kerja
  6. Datang untuk mengajar selalu kesiangan tidak tepat waktu.
  7. Terlalu banyak memberikan tugas –tugas  dengan jumlah banyak.
  8. Saat pelaksanaan pembelajaran dari awal hingga akhir guru hanya diam dan duduk ditempat atau dikantor.
  9. Menjelaskan materi terlalu cepat, tidak peduli terhadap siswa mau paham atau tidak terpenting menjelaskan.
  10. Sering memarahi siswa dengan permasalahan yang tidak besar.
  11. Sering memukul, merendahkan siswa dan mengolok-olok siswa
  12. Tidak menjenguk saat ada siswa sakit.
  13. Kurang menguasai materi, metode dan model pembelajaran.
  14. Kurang memiliki rasa kasih sayang bahwa siswa didik adalah anak kita juga.
  15. Tidak pernah senyum di kepada siswa.
Tulisan ini bertujuan untuk mengevaluasi diri saya sendiri dan mudah-mudahan bermanfaat untuk orang lain sesama pendidik.

Baca Selengkapnya ....

Penulisan Lafazh Salam Dan Kekeliruannya

Posted by e-absen rapat Jumat, 10 Mei 2013 0 komentar
Pembaca kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah ta’ala, ucapan salam adalah sunah yang diajarkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi sebagian kaum muslimin salah dalam mengucapkannya, sebagian salah dalam menuliskan atau melafazhkan, sebagiannya lagi salah dalam mengucapkan salam dengan meringkasnya menjadi kata yang tidak lagi menjadi salam.
Dalam bahasa arab, tulisan salam secara lengkap adalah seperti ini,
Pembacaannya adalah “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh”, kalau mau terperinci panjang pendeknya di tulis “Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh”, perhatikan panjang dan pendeknya

Makna kalimat salam tersebut di antaranya adalah, “Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya tercurah kepadamu.”
Ucapan salam di atas adalah bentuk salam yang paling sempurna, adapun bentuk pengucapan lain bisa dengan mengucapkan,
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
“Assalamu ‘alaikum warahmatullah”
Atau,
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ
“Assalamu ‘alaikum”
Dasarnya adalah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ ثُمَّ جَلَسَ فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- : عَشْرٌ . ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ فَقَالَ : عِشْرُونَ . ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ فَقَالَ : ثَلاَثُونَ
Dari Imran Ibn Hushain radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mengucapkan “Assalamu ‘alaikum”. Nabi menjawab salam itu, lalu orang itu duduk. Nabi berkata, “sepuluh (kebaikan)”. Kemudian datang orang lain dan mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”. Nabi menjawabnya, lalu orang itu duduk dan Nabi berkata, “Dua puluh (kebaikan)”. Kemudian datang orang lain lagi dan mengucapkan “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh”. Nabi membalas salamnya lalu dia duduk dan Nabi berkata, “Tiga puluh (kebaikan).” (HR. Abu Daud)
Membalas Salam
Adapun bentuk membalas salam adalah berdasarkan firman Allah ta’ala dalam surat an-Nisa,
“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).” (QS. An Nisa’: 86)
Dalam ayat ini Allah ta’ala memerintahkan kita untuk membalas salam dengan yang lebih baik, sehingga kalau yang memberi salam mengucapkan,
“Assalamu ‘alaikum”
Maka minimal kita jawab dengan mengucapkan,
“Wa ‘alaikumus salam”
Kalau kita ingin membalas dengan yang lebih lengkap dengan mengucapkan,
“Wa ‘alaikumus salam wa rahmatullah”
Atau,
“Wa ‘alaikumus salam wa rahmatullahi wabarakatuh”
Maka ini lebih baik.
Jadi apabila yang memberi salam mengucapkan lafazh yang lengkap, maka sepantasnya kita untuk membalas dengan ucapan salam yang lengkap juga.
Perhatian!!
Kesalahan yang sering ditemui dalam pengucapan salam adalah penyingkatan salam dengan tulisan “ass”, “ass.wr.wb”, “asw” atau yang lainnya, maka ucapan seperti ini bukanlah salam, hendaknya ketika menulis komentar, sms atau media lainnya kita tidak menuliskan seperti itu. Tulislah dengan lafazh yang benar seperti “assalamu ‘alaikum”, atau kalau memang tergesa-gesa tidak di tulis juga tidak apa-apa.
Semoga bermanfaat…
Penjelasan lengkap tentang salam ini silakan merujuk ke blog saudara kita Muhammad Abduh Tuasikal di link ini:
Tebarkanlah Salam
sumberhttp://badaronline.com/

Baca Selengkapnya ....

Rp 20 M Dana BOPTN UT untuk Pembebasan Biaya Studi Guru di Daerah 3T

Posted by e-absen rapat Senin, 06 Mei 2013 0 komentar



Jakarta, 22 April 2013– Anggaran Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) Universitas Terbuka (UT) sebesar Rp 20 miliar disiapkan untuk pembebasan biaya studi bagi guru di daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T), yang belum memiliki kualifikasi S1/D4.
Penggunaan anggaran BOPTN bagi program tersebut  merupakan bentuk penugasan yang diberikan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi kepada UT. “Ini merupakan upaya kementerian untuk mendorong guru untuk segera mencapai kualifikasi pendidikan jenjang S1 atau D4, sebagaimana amanat UU Guru dan Dosen,” kata Mohammad Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (22/4).
Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menunjukkan bahwa hingga 2012, baru 75% dari sekitar 2,9 juta guru memenuhi kualifikasi akademik S1 atau D4. Artinya, masih 25% lagi guru belum S1 atau D4.
“Jadi program afirmasi untuk guru ini antara lain untuk menjalankan amanat UU Guru dan Dosen di mana telah ditetapkan bahwa semua guru pada akhir tahun 2015 minimal harus bergelar S1 atau D4,” katanya.
Mendikbud menjelaskan, total anggaran BOPTN tahun 2013 sebesar Rp2,7 triliun dialokasikan bagi 92 PTN.  Alokasi penggunaan BOPTN telah diatur untuk membiayai penelitian dosen dan untuk membiayai atau mensubsidi biaya operasional yang lain, terutama untuk SPP, uang gedung, uang praktikum, dan wisuda, serta biaya-biaya lain yang dibayar mahasiswa. Khusus untuk UT, dana BOPTN utamanya untuk mensubsidi kegiatan operasional yang berkaitan dengan tutorial (baik yang tatap muka maupun yang online), ujian, layanan mahasiswa luar negeri di kantong-kantong TKI, seperti Hong Kong, Korea, dan Taiwan, serta pembebasan biaya studi guru 3T.
Dirjen Dikti Djoko Santoso pada kesempatan ini mengungkapkan bahwa dengan adanya BOPTN dan diberlakukannya Uang Kuliah Tunggal (UKT), maka pihak kampus tidak boleh memungut biaya lain  dari mahasiswa selain Satuan Pembiayaan Pendidikan (SPP).
Dalam kesempatan yang sama, Rektor UT Prof Tian Belawati mengatakan, pihaknya siap untuk menjalankan penugasan dari Kemdikbud terkait dengan pelayanan bagi guru yang belum S1 atau D4 di daerah 3T. Pada tahun 2012 saja, kata dia, dari sekitar 493.000 mahasiswa UT, 78% diantaranya adalah para guru yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik S1 atau D4 dari seluruh penjuru Tanah Air.
Tian mengungkapkan bahwa tahun 2013 UT mendapatkan Rp100 miliar anggaran BOPTN, dan Rp20 miliar diantaranya diperuntukkan bagi pembebasan biaya studi guru yang belum S1 atau D4 di daerah 3T.  Anggaran sebesar Rp20 miliar ini diharapkan dapat membiayai sekitar 4.139 mahasiswa, dimana setiap mahasiswa disubsidi Rp4,8 juta per tahun.
Ia menjelaskan, pihaknya akan mengoptimalkan biaya yang telah tersedia tersebut untuk bisa benar-benar dimanfaatkan bagi pembebasan studi guru di daerah 3 T. Sebab, “faktanya memang masih banyak guru yang belum S1 atau D4” pungkas wanita yang juga menjadi Presiden Konsul Universitas Terbuka Dunia ( President of International Council for Open and Distance Education) ini.

Baca Selengkapnya ....

Menag Pesan Buat Tasripin Dahulukan Sekolah

Posted by e-absen rapat Kamis, 25 April 2013 0 komentar
Foto
Jakarta (Pinmas)—Menteri Agama Suryadharma Ali menerima Tasripin dan ketiga adiknya, bocah berusia 12 tahun dari pelosok Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), di ruang tamu Menteri Agama, Kantor Kementerian Agama Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (25/4).
Tasripin yang dalam beberapa hari ramai diberitakan karena telah menjadi kepala keluarga dan menanggung beban saudarnya itu ketika ditinggal orangtuanya, Kuswito (41 tahun), yang bekerja di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Mengenakan sandal jepit, berbaju batik lusuh, ia bersama ketiga adiknya, diterima di ruang tamu Menteri Agama. Tasripin disambut pertanyaan para wartawan yang ingin mengetahui kesulitan yang dialami ketika ditinggal Kuswito, orangtua kandungnya ketika bekerja di Ketapang.
Tasripin (13), dan ketiga adiknya: Dandi (7), Riyanti (6), dan Daryo terlihat malu ketika ditemui Menteri Agama Suryadharma Ali. Daryo, adiknya yang paling kecil lebih banyak menyembunyikan muka ke kursi. Sesekali ia memukul kakaknya, Riyanti dan Dandi.
Ketiga adik Tasripin terlihat gembira, meski sulit diajak berkomunikasi dengan Suryadharma Ali. Suasana pertemuan Menteri Agama dan Tasripin dan ketiga adiknya itu, yang juga didampingi orangtuanya Kuswito dan seorang pelajar dari sekolah Pendidikan Layanan Khusus (PLK), Batu Raden Barat, Desa Ketengger, Banyumas, Inda Yatul.
Menteri Agama Suryadharma Ali menanyakan kepada Tasripin tentang cita-citanya ke depan setelah berbagai pihak menaruh perhatian besar terhadap kesulitan yang dialaminya. Tasripin hanya mengatakan ingin menjadi guru, karena bisa memberikan pelajaran kepada orang lain. Tetapi ketika disampaikan oleh Menteri bahwa ia harus sekolah dan tinggal di asrama, Tasripin terlihat binggung.
Ia mengatakan, ingin sekolah tetapi tidak ingin meninggalkan kampung halamannya. Untuk itu, menteri lantas berpesan kepadanya agar mendahulukan sekolah. “Mencari duit belakangan,” kata Menteri Agama.
“Sekolah dulu kalau mau pintar, sekolah dulu jika ingin dapat bekerjaan bagus. Mau punya tustel kaya wartawan harus sekolah dulu,” kata Suryadharma Ali yang disambut riuh suara wartawan.
Mendirikan Madrasah
Di tengah pembicaraan hangat antara Menteri Agama Suryadharma Ali dan Tasripin dengan orangtuanya, Kuswito, tiba-tiba Muhammad Adib, dari Ketua Peguyuban Lembaga Masyarakat Desa Hutan Jawa Tengah, memberi penjelasan tentang nasib Tasripin dan anak-anak lainnya yang memiliki nasib serupa. Menteri pun menoleh kea rah Adib dan mendengarkan cerita nasib warga di kawasan desa Tasripin, yaitu Dusun Pesawahan, Desa Gunung Lurah, Kecamatan Cilongok, Banyumas, Jateng.
Menurut Adib, di desa itu ada 97 kepala keluarga (KK) atau 317 jiwa dengan 26 anak tak sekolah. Pihaknya memang sudah berencana akan membangun sekolah di atas lahan seluas 700 meter persegi. Tanah seluas itu 50 persennya adalah wakaf dari warga setempat. Pihaknya agar sekolah tersebut segera dapat direalisasikan, tetapi hingga kini masih banyak menghadapi kendala.
Desa itu memang terpencil. Nasib Tasripin diketahui banyak orang berawal dari pelajar sekolah Pendidikan Layanan Khusus (PLK), Batu Raden Barat, Desa Ketengger, Banyumas, Inda Yatul yang tengah menyusun karya tulis. Yatul menginventarisir data warga miskin, paling miskin dan orang kaya di kawasan itu. Dari hasil laporan karya tulis itulah diketahui Tasripin tengah menghadapi persoalan kesulitan hidup lantaran ditinggal orangtuanya bekerja ke Ketapang. Sedangkan ibunya Sutinah, menurut Pupito, wafat setahun lalu.
Menteri Agama Suryadharma Ali, yang saat itu didampingi Dirjen Pendis Nur Syam, Direktur Pendidikan Madrasah Ace Saefuddin, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenag, Zubaedi dan staf khusus menteri, Budi Setiawan, minta kepada Nur syam agar kesulitan yang dialami warga di desa Tasripin tinggal segera diatasi. Khususnya yang menyangkut pendirian sekolah, sementara untuk Tasripin dan adik-adiknya diberikan bantuan jangka pendek. Tak disebutkan berupa apa bantuan yang dimaksud.
Menurut Menteri Agama, pihaknya telah menerjunkan stafnya di Banyumas untuk melihat kondisi desa Tasripin. Ia berencana akan membangun madrasah, tentu areal lahannya harus diperluas sampai 2.000 meter persegi, dengan 12 lokal untuk madrasah aliyah, tsanawiyah dan ibtidaiyah. Ia berharap madrasah itu bersatus negeri sehingga ke depan dari segi pembiayaan baik untk guru dan perawatan gedung tak mengalami kesulitan. Dengan cara itu, tentu pendidikan di sana bisa berkelanjutan dan bila perlu anaka-anaknya pun diberi bea siswa.
Ia menjelaskan, pada Juni 2013 madrasah di sana sudah mulai dibangun. Sementara pendidikan harus berjalan meski memiliki ruang belajar sederhana. “Kita punya anggaran untuk pendidikan. Karena itu masyarakat setempat pun bisa memberikan dukungan,” pinta Suryadharma Ali.(ant/ess)

Baca Selengkapnya ....

MAN 1 Kendari: MAKNA SUJUD

Posted by e-absen rapat 0 komentar
“Wasjud Waqtarib” demikianlah Allah swt menutup firmannya dalam surat al-Alaq. Suatu statemen yang tegas dan gamblang. Bahwa sujud merupakan wahana paling efesien untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Memang secara psiklogis sujud memiliki nilai lebih dibandingkan dengan rukun shalat yang lain. Karena ketika sujud posisi seseorang benar-benar mununjukkan kerendahannya di hadapan Sang Khaliq. Bagaimana tidak, kepala yang menjadi bagian paling istimewa dalam tubuh manusia dan tempat bersemayamnya pancaindera. Juga anggota tubuh yang paling dimuliakan oleh manusia, tiba-tiba diposisikan begitu rendahnya hingga rata dengan tanah, tempat kaki berpijak.
Sebenarnya sujud menjadi wahana intim antara hamba dengan Allah swt. Pada saat itulah mereka merasakan ke-hinaannya dan sekaligus ke-agungan Allah swt. Begitulah yang diisyaratkan Rasulullah saw dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.
أقرب ما يكون العبد الى الله عزوجل اذا سجد, فاكثروا الدعاء عند ذلك
Jarak paling dekat antara seorang hamba dengan Allah swt adalah ketika (hamba tersebut) sedang sujud. Maka perbanyaklah berdo’a ketika sujud. 
Oleh karena sujud menjadi ruang meditasi yang paling intim, maka dianjurkan ketika bersujud untuk memperbanyak do’a.
Demi mengkondisikan kehinaan dirinya sebagai hamba dikisahkan bahwa Umar bin Abdul Aziz selalu sujud di atas tanah. Sehingga kulit jidatnya bertemu langsung dengan tanah dan hidungnya dapat mencium bumi.rdo
Kehinaan seorang hamba ketika bersujud tidaklah sia-sia, karena Allah swt berjanji akan menaikkan derajat orang tersebut dan sujud itu akan menyingkirkan berbagai macam keburukan darinya.
ما من مسلم يسجد لله سجدة الا رفعه الله بها درجة وحط عنه بها سيئة
Dengan kata lain sujud juga dapat menjadi salah satu terapi menghindarkan diri dari berbagai keburukan dan kemaksiatan, sebagaimana shalat dapat mencegah diri dari kekejian dan kemungkaran.
Begitu pentingnya makna sujud sehingga Rasulullah saw pernah berwasiat kepada salah satu sahabatnya:
أن رجلا قال لرسول الله صلى الله عليه وسلم أدع الله أن يجعلنى من أهل شفاعتك وأن يرزقنى مرافقتك فى الجنة, فقال صلى الله عليه وسلم "أعنى بكثرة السجود"
Bahwasannya seorang lelaki berkata kepada Rasulullah saw, “do’akanlah aku agar dapat menjadi orang yang menerima syafaatmu (di hari kiamat) dan mendapatkan rizqi dengan menemanimu di surga” kemudian Rasulullah saw menjawab “maka aku perintahkan untuk memperbanyak sujud”
Sebagai bukti penguat betapa pentingnya sujud adalah cerita penderitaan setan ketika seseorang melakukan sujud tilawah (sujud yang diperintahkan ketika membaca ayat tertentu dalam al-qur’an). maka setanpun berkata “sungguh beruntung hamba ini yang diperinthakn bersujud, kemudian ia bersujud. Maka surge akan menjadi bagiannya. Dan sungguh celaka diriku ini (setan) yang diperintahkan sujud, tetapi malah membangkang. Maka aku akan kebagian neraka.

Baca Selengkapnya ....

Moh. Safruddin: Enam hal sering diabaikan oleh seseorang ketika shalat

Posted by e-absen rapat Selasa, 23 April 2013 0 komentar
Ada enam hal hal sering diabaikan oleh seseorang ketika shalat. Karena keenam hal tersebut tidak termasuk rukun dan syarat shalat, yang memang tidak mempengaruhi sah-tidaknya shalat. Namun jika diperhatikan hal tersebut akan menjadikan shalat lebih bernilai dari pada sekedar tuntutan syariah belaka.
Pertama adalah semangat atau gairah menjalankan shalat ketika waktu telah tiba. Karena sejatinya Allah swt. tidak senang jika hambanya bermalas-malasan, apalagi bermalas-malasan dalam mengerjakan shalat. Sebagaimana firmanNya;
واذا قاموا إلى الصلاة قاموا كسالى    
Allah swt sebagai Tuhan Penguasa Alam, Pemilik Jagad Raya seisinya, Pemberi Rahmat atas segala kehidupan di dunia, sangat berkuasa dan berhak untuk memanggil siapapun, kapanpun dan dimanapun juga. Namun demikian, Allah swt hanya memanggil hambanya yang muslim melalui shalat lima kali dalam sehari. Maka, wajar jika Allah swt melaknat hambanya yang acuh tak-acuh dan tidak menghiraukan panggilanNya. Seperti halnya orang tua yang merasa jengkel kepada anaknya, jikalau anak itu tidak mengindahkan panggilannya. Tetapi Allah swt akan mengapresiasi siapapun hamba yang segera merespon panggilan Nya.
Kedua, untuk beberapa waktu sementara, hendaknya ketika shalat seseorang mengosongkan hati dari berbagai kesibukan keduniawian (faraghi qalbin). Karena shalat merupakan ruang perjumpaan hamda dengan Allah swt. Sudah seharusnya seorang hamba membawa serta hati dan kesadarannya menghadap Sang Tuhan Yang Maha Kuasa, dan beberapa saat meninggalkan urusan dunianya.
Jika diangan-angan, sesungguhnya perbandingan waktu 24 jam yang diberikan Allah swt. kepada manusia dalam sehari dan 5 menit kali lima kali sebagai waktu yang dihabiskan untuk shalat sangatlah kecil.  Namun demikian kebanyakan manusia merasakan yang lima menit ini sangatlah berat sekali. naudzubillahi mindzalik.
Ketiga, khusyu’ , tempatnya di dalam hati. khusyu’ bisa diterangkan dengan meniadakan berbagai hal yang tidak berhubungan dengan shalat.  Bahkan khusyu’ juga diartikan dengan menghadirkan segenap rasa dan jiwa kehadirat Allah swt. meskipun tidak termasuk syarat syah shalat, khusyu’ dalam shalat adalah wajib walaupun hanya sekedar takbiratul ihram.
Dengan demikian berpikir segala macam keduniawiyan dalam shalat sangat dilarang. Andaikan terpikirkan oleh seorang hamba dalam shalatnya berbagai macam hal keakhirtan seperti surga dan neraka maka yang demikian itu adalah makruh. Begitu pula jika seseorang dalam shalatnya hanya disibukkan oleh masalah fiqih yang menggelayuti dalam pikirannya ketika shalat, hukumnya makruh. Karena berbagai macam kesibukan pikiran ini (neraka, surga, fiqih dan keduniawiyahan) menghalangi posisi hamba denganAllah swt.
Keempat. mengangan-angan makna (tadabburi qira’tin wa dzikrin) bacaan shalat secara global sebagai cermin dari kekhusyu’an dalam shalat. Artinya, seorang yang shalat hendaknya mengerti makna inti dari apa yang dibaca dalam shalat. Terutama dalam dzikir, minimal seorang hamba mengerti bahwa bacaan tasbih dan tahmid itu bertujuan mengagungkan Allah swt. Hal ini menjadi penting karena menurut as-Syinwani dzikir itu dapat menarik pahala, jikalau mengerti makananya, kecuali bacaan al-Qur’an dan shalawat. Sekalipun tidak mengerti arti kedua bacaan itu (al-Qur’an dan Shalawat) tetap mendapatkan pahala.
Kelima, selalu mengarahkan pandangan ke arah sujud (wa idamatu nadhari mahalli sujudihi) walaupun shalat di depan ka’bah, dan meskipun orang itu buta atau shalat dalam keadaan gelap gulita. Karena hal ini akan menghantarkan hamba pada keskhusyu’an. Begitu pula dalam shalat janazah, hendaknya tetap mengarahkan pandangan pada tempat sujud fan tidak menghadapkan pandangan kepada mayyit.
Keenam, adalah berdzikir dan berdo’a setelah sholat secara lirih (zdikrun wa du’aun sirran ‘aqibaha), dan diperbolehkan secara lantang jika dilakukan untuk mengajari orang lain baik secara berjamaa’ah  maupun sendiri-sendiri. (Adapun mengenai bacaan dzikir dan do’a setelah shalat telah diterangkan lebih dulu dalam rubrik ini dengan judul Dalil dan Bacaan Wirid Ba'da Shalat).
Itulah keenam hal yang serigkali diabaikan dalam shalat walaupun keenam ini sebenarnya merupakan kesunnahan di luar tehnik shalat. Demikian keterangan ini diambil dan disarikan dari Nihayatuz Zain fi Irsyadil Mubtadi’in. Wallahu a’lam bis shawab
oleh : moh.safrudin staf pengajar man 1 kendari

Baca Selengkapnya ....

MAN 1 Kendari: Kurikulum 2013 Terlalu Mendadak

Posted by e-absen rapat 0 komentar

Kurikulum 2013 Terlalu Mendadak

Ilustrasi. (Foto: Heru Haryono/okezone)
 Kurikulum 2013 dinilai terlalu mendadak karena sosialisasinya yang dianggap kurang. Setidaknya, itulah pendapat dari murid SMAN 1 Jakarta, Sumandi Julianto.

"Kurikulum 2013 mendadak, sosialisasinya juga kurang. Yang jelas dari kelas X sudah mulai penjurusan ditahun ajaran baru 2013-2014, jadi tidak ada kesempatan murid untuk belajar program studi IPA maupun IPS walaupun satu tahun sebagai studi bandingnya masing-masing," tutur siswa angkatan 67 itu kepada Okezone.

Siswa jurusan IPA 2 itu melanjutkan, alangkah lebih baiknya lagi jikalau Kurikulum 2013 direvisi terlebih dahulu. Ini dilakukan untuk memperbaiki sistem belajarnya yang baru.

"Sosialisasi terhadap guru mengenai Kurikulum 2013 kurang, lebih baik direvisi dulu, jadi jangan mengotoritaskan keinginan diri, melainkan harus diperbaiki sistem pembelajaran yang baru diterapkan kalau sudah sempurna," tukasnya.

Sependapat dengan teman seangkatannya, Astrid Amalia mengakui bahwa Kurikulum 2013 kurang sosialisasi ke sekolah-sekolah, guru, maupun murid-muridnya. Bahkan, dia sendiri masih kurang mengerti tentang kurikulum yang baru ini.

"Saya sendiri saja tidak tahu kurikulum yang baru ini seperti apa, yang saya tahu sih cuma kurang sosialisasi saja," imbuh siswi jurusan IPS 3 itu.(ade)

Baca Selengkapnya ....

Masalah UN Perlu Kearifan Bersama

Posted by e-absen rapat 0 komentar
Dirjen Pendis: Masalah UN Perlu Kearifan Bersama

Foto
Jakarta (Pinmas)—Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Nur Syam menyatakan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun 2013 secara umum tidak lebih baik dibanding tahun lalu. Namun dia berharap permasalahan yang terjadi pada pelaksanaan UN tahun ini tidak terulang di tahun mendatang.
Selain itu UN sebagai bentuk evaluasi proses belajar mengajar jangan dijadikan wacana peserta didik seolah-olah dijadikan tertuduh seperti suka menyontek. “Kita harus lebih berprasangka anak kita jujur,” kata Nur Syam kepada pers di Jakarta, kemarin.
Menurut Nur Syam, secara umum UN tahun ini kurang berhasil, karena ada beberapa masalah seperti percetakan dan distribusi soal berakibat pada penundaan pelaksanaan UN di beberapa provinsi.. “Perubahan jumlah set soal dari 5 paket menjadi 20 paket menjadi faktor kesulitan luar biasa perusahaan yang memenangkan tender,” ujarnya.
Masalah lain yaitu, jumlah pemenang tender tidak diprediksi. “Tahun depan tidak hanya 6 satau 7 perusahaan tapi bisa lebih,” ujar mantan Rektor IAIN Sunan Ampel ini. Selayaknya, kata dia, ada penambahan lokasi pencetakan soal di luar Jawa, Sumatera, Sulawesi, Nusa Tenggara sehingga pengiriman soal menjadi lebih mudah.
Ia juga berharap kesiapan tim penyelenggara ujian harus maksimal. “Ini mungkin ada kaitan anggaran, karena sampai detik akhir belum selesai sehingga ada pengaruh,” tuturnya.
Ia meminta semua pihak terkait untuk bersikap lebih arif dalam menentukan anggaran yang strategis, kalau perlu dilakukan percepatan . “Perlu kearifan bersama,” katanya.
Mengenai perubahan settting soal dari 5 paket menjadi 20 paket, menurut Nur Syam, upaya tersebut untuk meminimalisir dugaaan penyelewengan peserta UN. “Paradigma jumlah soal sebenarnya ideal tapi harus diringi kesiapan.”
Selain itu lanjut dia, semua pihak hendaknya tidak mengembangkan wacana seolah anak didik kita rajin menyontek. “Boleh saja ada anggapan tapi jangan berlebihan. Kita harus lebih berprasangka anak kita jujur
Sekjen Kemenag Bahrul Hayat mengatakan, selama 10 tahun pelaksanaan UN baru kali ini terjadi masalah yang cukup berarti. Ia juga menilai permasalahan muncul dari ketidak siapan dalam pendistribusian soal ujian oleh percetakan pemenang tender.
Ia juga berharap agar UN sebagai bagian dari dunia akademis dapat dilaksanakan dengan lebih baik. Sehingga permasalahan yang muncul pada pelaksanaan UN tahun ini tidak terulang kembali di tahun mendatang.
Sementara pelaksanaan UN MTs di MTsN 42 Jakarta Timur berlangsung aman, tertib dan lancar. Siswa satu persatu masuk ke dalam kelas sebelum lonceng tanda dimulai ujian pukul 07.30 WIB. Pada hari pertama materi ujian yang diberikan kepada siswa adalah pelajaran Bahasa Indonesia.
“Peserta Ujian meliputi siswa MTsN 42 173 siswa, MTs Al Wathoniyah 19 siswa dan Al Ziyadatul Huda 15 siswa. Tapi ada satu siswa dari MTs Al Ziyadatul Huda menyatakan mundur, sehingga seluruhnya 206 siswa,” kata Kepala MTsN 42 Bisri Sholeh. “Belum tahu apa alasannya,” imbuhnya.
Ia berharap tingkat kelulusan MTsN 42 seperti pada UN lalu, lulus 100 %. “Alhamdulillah tidak ada bocoran, kami selalu menanamkan kepada anak kami sikap percaya diri,” kata Bisri.
Dikatakan, MTsN 42 merupakan madrasah yang ramah lingkungan diresmikan tahun 2009 di atas lahan seluas. 5.032 m2. Telah memperoleh akreditasi A. “Kementerian Kehutanan memberi bantuan pohon ,” ucapnya. (ks)

Baca Selengkapnya ....

MAN 1 Kendari: RA Kartini Mengaji Kitab Faidhur Rahman

Posted by e-absen rapat Senin, 22 April 2013 0 komentar
Prof. DR. HM. Muchoyyar, HS, MA dalam pidato pengukuhan di IAIN Walisongo memaparkan, suatu hari KH. M. Shaleh Darat mengajar Agama Islam (tafsir Al-Qur'an) dengan bahasa Jawa di kalangan keluarga Bupati Demak. Diantara yang hadir pada majlis ta'lim itu Raden Ajeng Kartini yang masih keluarga dekat (Keponakan) dengan Kanjeng Bupati Demak.

Begitu mengesankan ceramah agama tentang surat al-Fatihah yang disampaikan ulama Jawa ini sehingga R.A. Kartini memesan dan meminta secara khusus kitab terjemah tafsir al-Qur'an.

Kartini mempelajarinya secara serius kado kitab terjemah tafsir al-Qur'an., hampir di setiap waktu luangnya. Kyai Sholeh telah membawa Kartini ke perjalanan transformasi spiritual. Pandangan Kartini tentang Islam semakin dalam. 

Penulis mencoba menulis secara singkat Tafsir Al-Fatihah yang membuka pintu hati Kartini mempelajari Islam. Diterjemahkan dari Kitab Faidhur-Rahman. Kitab ini mulai ditulis pada tanggal 20 Rajab 1309 H, selesai ditulis pada tanggal  7 Muharram 1311 H atau 1893 M.

Kiai Salah Darat memulai dengan tafsir bismillaahirrahmaanirrahiim. Semua makhluk mendapat sifat rahman Allah SWT. Maka semua makhluk seharusnya juga memiliki jiwa  atau sifat rahman (kasih sayang). Firman Allah ta’ala bil mu’miniina ra’uufun rahim (artinya dalam diri orang-orang mukmin itu terdapat jiwa belas kasihan dan penyayang). 

Sebagaimana perilaku yang telah dicontohkan Allah, maka seyogyanya setiap orang mukmin memiliki sifat welas asih terhadap sesama. Wajib welas asih itu terhadap diri sendiri dan orang lain. Sifat welas kasih itu umum, dalam arti bisa keluar dari Allah dan sesama makhluk. Karena hewan juga punya welas kasih terhadap anaknya dengan menyuapinya makanan. 

Adapun welasi  atau mengasihi diri sendiri itu meliputi 2 (dua) perkara:Pertama welas asih rohaninya. Dan kedua welas asih jasmaninya. Kesempurnaan manusia itu disebut insan kamil. Isyarat wujudnya insal kamil adalah Nabi Muhammad SAW. Sebagaimana firman Allah SWTWamaa arsalnaaka illaa rahmatan lil ‘alamin (artinya tidak diutus engkau Muhammad kecuali sebagai rahmat bagi alam semesta) . 

Semua manusia memuji Allah SWT dengan puji syukur :Alhamdulillahi. Ketahuilah sesungguhnya kalimat alhamdulillah itu kalimat yang mulia dan agung fadhilahnya atau keutamaannya. Memiliki filosofi tinggi dalam kehidupan. 

Nikmat-nikmat yang diberikan Allah itu kepada hambaNya amatlah banyak, tidak terhitung. Maka akan sempurna kenikmatan seseorang meliputi jasman dan rohaninya. Berupa kenikmatan jasmani seperti harta benda, kesehatan, keamanan. Termasuk dalam makna bersyukur dengan anggota badan ialah sholat. Nikmat yang bersifat rohani antara lain: roh, akal, dan pikiran

Dalam sebuah hikayat, Syaikh Sirri Asqatho menyampaikan waktu terjadi kebakaran besar di kota Baghdad, terbakar hampir semua toko dan rumah penduduknya, katanya:” Tokoku tidak terbakar, maka aku mengucapkan alhamdulillah, senang tokoku tidak terbakar, padahal toko orang lain banyak yang terbakar”, maka Sirri selama tiga puluh tahun taubat kepada Allah.. Ahli agama dan ahli muru'ah (orang yang bermartabat) tidak merasa senang tokonya tidak terbakar sedangkan toko orang lain terbakar. Maka katanya:”kemudian  saya selama tiga puluh tahun istighfar berdoa memohon ampun masalah tersebut.”.   

Robbil ‘alamin Ar-Rahmaanirrohiim. Allah pencipta alam semesta  atau ‘aalamiin, semua itu diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai-bagai jenis dan macam, seperti: alam manusia, alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Ar-Rahman adalah sifat kasih sayang Allah yang diberikan kepada semua makhluk-Nya. Sifat Allah yang Maha Pengasih ini dapat kita rasakan di setiap waktu, disetiap helaan nafas dan sepanjang hayat kita. Salah satu contoh kecil dari kasih Allah yang dapat kita rasakan itu adalah seperti nikmat hidup.  Kita semua di izinkan untuk hidup di bumi Allah, yang telah dilengkapi oleh Allah fasilitas yang menunjang kehidupan kita, seperti dikasih udara, air, api, tumbuhan dan binatang. 

Ar-Rahiim adalah sifat kasih sayang Allah yang khusus hanya diberikan kepada mereka yang bertakwa. Kasih sayang ini berupa nikmat iman dan pahala yang diberikan Allah kepada mereka yang bertakwa atas amal perbuatan mereka. Pahala ini tidak akan pernah diberikan kepada mereka yang tidak bertakwa/ingkar, meskipun mereka melakukan amal perbuatan yang sama dengan orang yang bertakwa.

Allah berfirman: Ana Ar-Rahiim Karena kalian ibadah kepadaKu meskipun sebentar, Aku welas kasih kepadamu dengan memasukkanmu ke surga yang mulia, langgeng sesuai amalmu. Makna ar-rahman adalah kemurahan Allah terhadap orang mukmin dan lainnya. Tidak ada makhluk yang dapat memberikan sehat/waras, taufiq, rizki, dan derajat. Karena sesungguhnya itu semua datang karena Allah. Manusia tidak bisa menjamin kewarasan dan anaknya bisa kaya. Berbeda maknanya dengan ar-rahim, yaitu welas kasih Allah khusus untuk orang mukmin yang diberikannya taufiq tha’at, taufiq shabar, makrifat tauhid, dll.  Ar Rahman adalah sifat Allah yang berarti pemberi nikmat kepada seluruh makhluk, dari mulai nikmat penciptaan sampai nikmat pemeliharaan. Ar-Rahimadalah sifat Allah yang berarti pemberi nikmat khusus berupa karunia iman dan taat beribadah. 

Dengan menyadari bahwa keberadaan/eksistensi kita/manusia adalah karunia/pemberian Allah, maka kita harus bersikap sesuai dengan apa yang kehendaki Nya. Salah satunya Allah lah yang menciptakan semua manusia yang hidup di muka bumi {rahman}, dan Dia pula yang menentukan siapa yang beriman {rahim} dan siapa yang kafir. Maka bagi yang di karuniai iman oleh Allah hendaklah menyadari bahwa mereka yang tidak beriman itu adalah atas "kehendak Allah", manusia tidak berhak membenci dan memusuhi sesama manusia {dalam konteks sesama makhluk}. 

Cobalah bayangkan jika anda yang ditentukan sebagai orang kufur oleh Allah, bisa apakah anda...?? Mengenai perintah untuk membenci kekufuran, yang harus di benci adalah perbuatan kufur nya bukan manusianya, karena...., bagaimana mungkin anda boleh membenci suatu ciptaan Allah...? sedang semua perbuatan Allah itu baik..? Sedangkan Allah sendiri tidak pernah menghukum mereka-mereka yang kufur selama masih di dunia ini. Tugas anda yang beriman hanyalah menyampaikan kepada mereka apa yang telah Allah berikan kepada anda, sisanya adalah urusan Allah dan makhluk ciptaan Nya. Hal ini berkaitan dengan pemahaman terhadap Qadha dan Qadar, taqdir dan maqdur.  

Dalam teori ilmu kalam yang berkaitan dengan perbuatan manusia, Kyai Saleh Darat menjelaskan tentang perbuatan manusia paham Ahlus Sunnah yang berada di tengah antara Jabariyah dan Qodariyah. Sebagai ulama yang berfikir maju, ia senantiasa menekankan perlunya ikhtiar dan kerja keras, setelah itu baru menyerahkan diri secara pasrah kepada Yang Maha Esa. Ia sangat mencela orang yang tidak mau bekerja keras karena memandang segala nasibnya telah ditaqdirkan Allah SWT. Sebaliknya, ia juga tidak setuju dengan teori kebebasan manusia yang menempatkan manusia sebagai pencipta hakiki atas segala perbuatannya

Adapun makna Maaliki yaumiddin itu yaitu yang memiliki dan menguasai  hari kiamat. Tegasnya menguasai semua perkara di hari pembalasan. Amalan jelek akan dibalas kejelekan. Amalan bagus dibalas bagus atau hasanah. Akan menentukan dibawa ke neraka ataukah surga pada hari kiamat. Tidak ada yang kuasa menghalang-halangi dunia kiamat selain Allah SWT. Karena sesungguhnya Dia Al-Waahidul Qahhar (Maha Esa dan Perkasa).  

Barangsiapa beramal kebaikan seberat semut hitam pun, Allah tetap akan meninggalkan catatan amal baginya. Faman ya’mal mitsqola dzarrotin khoiroyyaroh. Artinya barangsiapa berbuat kebajikan seberat biji sawi (sekecil apapun) pasti mendapat balasan yang setimpal. 

Besok di hari kiamat terhadap manusia yang mempunyai amal bagus maka Allah SWT berfirman 'Ya fulan masuklah kamu ke dalam surga dengan membawa amalmu'. Kemudian menjawab ya ilahi amalku yang mana?Maka jawab Allah, meski amalan kalian yang saat mau tidur merebahkan lambung masih mengucapkan kata-kata : Allah Allah… Maka Allah berfirman: Adapun Aku tidak pernah lupa dan tidur, Aku selalu menghitung apa pun yang kalian kerjakan.

Adapun di hari kiamat (maaliki yamiddin) nanti tidak ada raja selain Allah SWT. Disebut juga maalik al abiid, maha raja yang membawahi abiid. Dan juga sesungguhnya besok manakala dunia kiamat berkumpul beberapa raja di dunia, mereka lebih hina dari rakyat, 

Dalam al-Mufradat dikatakan: Malakut dikhususkan bagi kekuasaan Allah Ta’ala. Penambahan wawu dan ta` untuk menggambarkan sangat besar dalam hal kekuasaan, kasih sayang, dan keperkasaanNya.. Al-mulk berarti mengontrol sesuatu dan mengelolanya dengan perintah dan larangan. 

Maha Suci Allah Ta’ala yang kepemilikan  atas segala sesuatu  berada di bawah kekuasaan-Nya. Menyucikan-Nya merupakan keharusan mutlak. Mensucikan-Nya dari kelemahan yang mereka nisbatkan kepada-Nya. Maka heranlah kamu terhadap ucapan mereka yang menisbatkan kekurangan kepada Allah Ta’ala.


Baca Selengkapnya ....

Takut Kepada Allah; Berbagai Konsekwensi

Posted by e-absen rapat 0 komentar

Sebelum membincang tentang berbagai perniknya, alangkah baiknya kita melihat unsur kebahasaan yang berkaitan dengan “takut”. Juga dapat dimaklumkan, bahwa yang akan saya tulis ini adalah batas takut dalam perspektif muslim. Sebuah ikhtiar untuk mendekati kebenaran yang ada dalam kitab suci Al-Qur’an dan tuturan Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaih wasaallam.
Kata takut dalam terminologi al-Qur’an (kitab suci muslim) dan hadis (tutur kata, tindakan, atau persetujuan Rasul) merupakan terjemahan-antara lain- dari kata taqwa, khauf, serta khasyah.Ketiganya dapat merujuk pada makna yang sama, namun juga dapat berbeda dalam tekanan implikasinya. Namun dalam tulisan ini, penulis tidak dapat mengelaborasinya secara lebih jauh. Penulis lebih banyak mengupas tentang makna, tanda-tanda dan implikasi “takut” sahaja. Marilah kita memulai.

Takut merupakan perasaan kekhawatiran atas kehilangan sesuatu yang dicintai atau takut kedatangan sesuatu yang dibenci. Jika dikaitkan dengan masa atau waktu, maka adalah berkenaan pada keadaan masa yang belum dipijak.

Takut pada Allah bermakna takut pada siksa Allah, baik di dunia maupun di akhirat nanti. Takut pada Allah  bahkan juga bermakna takut kehilangan kepercayaan serta kecintaan Allah.

Secara garis besar, rasa takut itu dapat dicerminkan pada pelaksanaan perintah Allah serta menjauhi larangan-larangan-Nya. Pada penjelasan yang lebih detail, Syekh Nashr As-Samarqandy dalam Bustanul ‘Arifin berpendapat bahwa takut pada Allah itu menjadi hal yang sesungguhnya, jika telah terpenuhi tujuh (7) macam pertanda.

Pertama, lisan orang yang takut pada Allah mendorongnya untuk tidak berucap kebohongan, menjelek-jelekkan orang lain, juga tidak berkata yang tiada guna. Rasa takut justru menyibukkannya untuk selalu ingat Allah, membaca kitab suci serta membincang pengetahuan.

Kedua, perutnya tidak diisi kecuali dengan makanan minuman yang baik serta halal, juga tidak berlebihan.  

Ketiga, penglihatannya tidak mau melihat hal yang yang tidak diperkenankan untuk dilihat.

Keempat, tangannya didayagunakan pada hal-hal  yang menuju ketaatan pada Allah; terbebaskan dari hal yang dilarang.

Kelima, kedua kakinya dibawa pada sesuatu yang bukan merupakan larangan Allah.

Keenam, hatinya dijauhkan dari kecenderungan untuk bermusuhan, kebencian, serta kedengkian pada karib atau sahabat. Yang ada dalam hatinya adalah nasehat yang bijak, kedalaman  rasa kasih sayang antar sesama.

Ketujuh, kecenderungan untuk menjaga bentuk ketaatan. Maka ketaatannya itu benar-benar ditujukan pada Allah semata, bukan untuk dipuji dan diharga sesama.

Nabi Muhammad pernah menasehatkan tiga hal yang dapat menyelamatkan manusia. Pertama, hendaknya manusia itu berlaku seimbang dalam keadaan senang maupun galau. Kedua, sederhana dalam keadaan papa maupun berkecukupan. Ketiga, takut pada Allah dalam kesunyiaan maupun di tengah-tengah keramaian; dihadapan orang banyak.

Al-Qur’an menyatakan bahwa rasa takut  itu adalah bagian syarat dan konsekuensi  keimanan. Barang siapa yang takut pada Allah, maka ia tak akan diliputi ketakutan pada apa pun selain-Nya. Namun jika seseorang takut takut pada selain-Nya, maka ia akan diliputi takut pada apa pun. Rasa takut itu membuat manusia selalu berusaha melakukan apa pun yang menjadi keridaan Allah, dan segalanya akhirnya ia pasrahkan sepenuhnya pada Allah.

Allah lah pelindung, penjaga yang sebenar-benarnya. Rasa takut membuat manusia pasrah pada apa pun ketentuan-Nya. Bukankah manusia itu mengimankan bahwa apa pun ketentuan dari Allah adalah siraman kasih, kebijaksanaan dan keadilan-Nya? Barangkali bagi kita, hal yang telah ditentukan Allah itu kelihatan sebagai hal yang merugikan. Namun, tahukah kita, hikmah apakah yang ada dibalik semuanya itu? Sebagai makhluk yang serba terbatas, termasuk dalam rasio dan rasa, kadang kita menjadi naif untuk menggugat keadilan Allah.

Derajat ketakutan itu bagi tiap orang tidaklah sama. Dengan demikian ekspresi dan aplikasi rasa takut itu menjadi hal yang bermacam dalam ejawantahnya. Semakin tinggi rasa takut itu, menjadi terbukalah segala pengetahuan keAllahan padanya. Rasa takut adalah juga bagian dari kecintaan yang mendalam pada Allah. Seorang kekasih akan takut kehilangan perhatian dan kasih sayang kekasihnya, bukankah demikian?

Dalam Islam, rasa takut dengan berbagai ekspresinya itu hendaknya dibarengkan dengan sebuah pengharapan. Harapan dan takut itu hendaknya diseimbangkan, sehingga rasa takut itu misalnya, tidak membuat manusia terputus dari kasih Allah. Rahmat Allah yang meliputi seluruh makhluk-Nya itu menimbulkan harapan yang begitu besar dari manusia untuk berharap akan kasih yang tulus itu.

Rasa cinta telah Allah buktikan dengan memberikan pada kita aneka ragam kenikmatan, sehingga hendaknya kita juga mempersembahkan rasa cinta itu untuk menggapai kerelaan-Nya. Takut akan siksa Allah  misalnya, hendaknya merupakan pendorong untuk selalu membuat rela Allah dengan selalu memperbuat apa yang dicintai-Nya.

Takut adalah sebab menjauhi segala apa yang dilarang Allah, serta sebagai kunci dari segala sesuatu. Ia lah yang dapat menghancurkan nafsu angkara manusia. Kesempurnaan  iman adalah dengan pengetahuan dan kesempurnaan pengetahuan adalah dengan takut pada Allah. Dalam kata lain, bahwa takut adalah buah dari pengetahuan akan eksistensi keAllahan. Setiap yang beriman pada Allah adalah seorang yang mempunyai rasa takut. Namun rasa takut itu menjadi berbeda-beda tergantung kadar kedekatan pada-Nya.

Jika dikatakan, bahwa bagian terbesar penyebab kehancuran kita bersama adalah kurangnya atau bahkan terkikisnya rasa takut pada Allah, sementara kita melihat begitu banyak cerdik cendekia, hemat penulis adalah sebuah kebenaran. Ketiadaan rasa takut itu membuat manusia mau berbuat  apa pun juga, bahkan segala larangan Allah. Bahkan banyak juga di antara kita bersama selalu membincang wacana “takut” itu sebatas dalam perbincangan saja, tanpa membawa aplikasinya di tengah-tengah kehidupan realitas kita. Allah menegaskanpada firman-Nya bahwa sungguh amat besar dosanya orang yang mengatakan pada apa yang tidak pernah ia tindakkan. Dan menurut penuturan Rasulullah, sikap seperti ini antara lahir dengan isi hati yang tidak sama ini dapat disebut sebagai zindiq dan merupakan salah satu ciri munafiq. Kita berlindung dari sikap dan paradigma pikir dan tindak semacam ini.

Alangkah indah dan betapa kita merindukan adanya kebersamaan di antara kita untuk menghayati agama dan kepercayaan kita masing-masing. Sebuah keimanan yang melahirkan sikap dan pola pikir yang konsisten akan kebenaran ajaran Allah. Kita mengimaninya, dan dengannya kita melandaskannya pada seluruh aspek aktivitas kita. Keberimanan yang membawa dan sekaligus rasa takut untuk tidak disapa-Nya kelak di hari akhir.

Baca Selengkapnya ....

MOS = Kekerasan di Sekolah

Posted by e-absen rapat Jumat, 03 Agustus 2012 1 komentar
Memotong Rantai Kekerasan
Oleh M. Ghufran H. Kordi K.

Kekerasan Fisik dan psikis merupakan masalah serius di negeri ini. Penggunaan kekerasan dalam menyelesaikan masalah merata disemua ruang publik. Kekerasan tidak hanya menjadi domain orang-orang yang tidak berpendidikan, masyarakat kelas bawah, dan kelompok marginal sebagaimana yang umum dituduhkan oleh akademisi dan penguasa.
Tetapi juga merupakan cara umum orang-orang yang berpendidikan tinggi dan mempunyai jabatan penting di berbagai institusi menyelesaikan masalah. Mereka yang terakhir ini juga umumnya menggunakan otot ketimbang otak.

Tawuran dan perkelahian mahasiswa telah menjadi suatu yang biasa saja, dan menjadi ikon di setiap ibukota. Sidang-sidang di parlemen mirip hewan berebut makanan sudah menjadi suatu yang umum di negeri ini. Parlemen “yang terhormat” itu kadang tidak bisa berdialog sehingga mereka saling memaki dan adu jotos.

MOS SAMA DENGAN KEKERASAN DI SEKOLAH...!!??
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUxd9jz9b-60mK0aHdGcpeJutUX3driKF3KRwM2c6e7I_6R5hz5zBnTJydGtFPwjfbYIe7p4TXpCRtgTfoLN3Azaudc6lJ5gGBPXrZXOQSdR_tPNeZDsF_82pmmJeUCAVnnrX3KPqfY5Y/s1600/0607+PHI+MOS.JPGPenggunaan kekerasan meluas kemana-mana, termasuk dunia anak yang sebelumnya dikenal dunia gembira dan bermain. Anak-anak ini tentu belajar dari lingkungannya. Kekerasan di sekolah dilihat dengan jelas pada setiap penerimaan siswa baru di SMP dan SMA. Kegiatan Masa Orientasi Sekolah ( MOS ) menjadi ajang kekerasan terhadap siswa baru oleh siswa senior.
MOS menjadi tindakan penindasan dan perpeloncoan terhadap siswa baru. Siswa senior menindas dengan sengaja terhadap siswa baru yang tujuannya menyakiti korban, baik secara fisik atau psikis, atau keduanya. Penindasan biasanya bertindak sendirian atau kelompok dan memilih siswa baru yang dianggap rentan jadi korban. Korban menarik perhatian penindas karena usia muda, postur kecil, atau status sosial rendah.

http://www.manadopost.co.id/uploads/berita/dir16072010/img16072010701371.jpg
Sumber Gambar : manadopost.co.id
Ada dua tujuan yang hendak dicapai penindas. Pertama, ingin menunjukkan bahwa mereka lebih kuat dan menandaskan status sebagai “jagoan”. Kedua, menginginkan sesuatu, bisa berupa uang, bekal makan siang, jawaban PR atau perhatian. Karena itu ketika MOS, banyak orang tua mengeluh anaknya disuruh seniornya membeli ini dan itu, yang harganya mahal atau susah di dapat.
Sebaliknya perpeloncoan melibatkan banyak orang, sebagian pemelonco, sebagian menyaksikan, dan sebagian lagi diplonco. Yang diplonco adalah kelompok tertentu, misalnya anggota baru dalam organisasi sekolah atau kegiatan lain dengan dalih latihan kepemimpinan siswa. Pemelonco (senioar) bertindak atas nama suatu kelompok dan biasanya melanjutkan tradisi nenek moyang meraka(senior mereka) dan melestarikan hierarki.

Dari tahun ketahun, MOS di SMP dan SMA menjadi arena penindasan siswa baru. Pelaksanaan MOS telah dikeluhkan orang tua dan siswa baru. Tujuan MOS memperkenalkan lingkungan belajar dan lingkunga sosial baru mengalami prubahan orientasi yang lama kelamaan menjadi regenerasi kekerasan atau bulying.
Saat ini kekerasan oleh siswa SMP dan SMA secara kuantitatif dan kualitas tidak berbeda dengan senior mereka di Perguruan Tinggi. Tawuran  siswa SMP dan SMA merupakan penggunaan kekerasan siswa untuk menyelesaikan masalah. Peningkatan kekerasan oleh siswa SMP dan SMA dalam bentuk tawuran linear dengan kekerasan yang terjadi, di sekolah sewaktu kegiatan MOS.
Sekalipun tidak ada data mengenai kekerasan sewaktu MOS, berbagai keluhan dan laporan orang tua yang dimuat dan diberitakan media masa cukup memberi gambaran bahwa kekerasan terhadap siswa baru sewaktu MOS terus meningkat.

Hentikan kekerasan terhadap anak
Kekerasan yang dilakukan oleh anak   terhadap anak lain adalah praktek kekerasan yang selalu berulang. Praktek kekerasan anak-anak itu tidak muncul sendiri melainkan melalui proses yang lama. Dalam perspektif  hak dan perlindingan anak, anak tidak hanya bergantung pada lingkungannya, tetapi juga belajar mengenai apa saja yang dilihat dan dialaminya.
Ketika seorang anak melakukan kekerasan terhadap anak lain, maka sebagai pelaku kekerasan, anak harus di pandang dan ditempatkan sebagai korban,baik korban dari keluarga ataupun sistem sosial. Anak-anak yang melakukan kekerasan biasanya mendapat kekerasan dari rumah yang dilakukan oleh keluarganya. Anak yang tidak mendapat perhatian dari keluarganya juga cenderung menjadi pelaku kekerasan.

Studi di Univ. Atmajaya Jakarta (2006) menyebutkan kekerasan terhadap anak terjadi diberbagai tempat. Pelaku kekerasan umumnya adalah orang-orang yang dekat dengan korban. Rumah dan sekolah merupakan dua tempat yang tidak kondusif  bagi perkembangan anak karena di kedua tempat ini kekerasan dipraktikkan dan disosialisasikan.
Kenyataannya, orang–orang jahat dan tidak tahu malu di negeri ini adalah orang-orang yang tamatan sekolah. Pelaku kekerasan dan orang-orang yang tidak tahu malu seperti koruptor adalah orang-orang yang berpendidikan tinggi. Sejakk dini mereka telah hidup dalam kekerasan dan kemunafikan.
Di rumah dan di sekolah mereka adalah korban kekerasan dari keluarga, senior, dan guru. Mereka dididik untuk menjadi hipokrit. Pelajaran-pelajaran yang setiap hari mereka terima adalah pelajaran tentang kebaikan, tetapi dalam praktik yang mereka lihat adalah kemunafikan.

Kekerasan yang diproduksi dan disosialisasikan akan terus berkembang, berpindah, dan berputar membentuk apa yang oleh Dom Helder Camare disebut sebagai “spiral kekerasan”. Ketika telah menjadi spiral, maka kekerasan sangat sulit diputus karena begitu banyak orang terlibat memproduksi dan mensosialisasikannya.
Cara efektif dalam memutus atau memotong kekerasan yang telah menjadi spiral adalah memulai dari dunia anak. Kekerasan terhadap anak harus dihentikan sehingga anak-anak  yang tumbuh menjadi anak-anak yang anti kekerasan. Anak-anak yang tumbuh pada lingkungan tanpa kekerasan akan mensosialisasikan anti kekerasan. Dengan begitu rantai kekerasan dapat dipotong.
(Sumber : Harian Kendari Pos)

Asal Mula MOS (Masa Orientasi Siswa). ?
Sebenarnya, jika ditelusuri. Sejarah MOS, Ospek ini jika ditelusuri sebenarnya sudah sejak Jaman Kolonial, tepatnya di STOVIA atau Sekolah Pendidikan Dokter Hindia (1898-1927). Pada masa itu, mereka yang baru masuk harus menjadi “anak buah” si kakak kelas itu seperti membersihkan ruangan senior. Dan hal itu berlanjut pada masa Geneeskundinge Hooge School (GHS) atau Sekolah Tinggi Kedokteran (1927-1942) (STOVIA dan GHS sekarang menjadi FKUI Salemba), pada masa GHS ini kegiatan itu menjadi lebih formal meskipun masih bersifat sukarela. Istilah yang digunakan pada saat itu adalah ontgroening atau “membuat tidak hijau lagi”, jadi proses ini dimaksudkan untuk mendewasakan si anak baru itu.
Ketika sudah merdeka pun, proses ini masih dilanjutkan bahkan sampai sekarang. Setelah era 50-an, kegiatan ini dibuat lebih “wajib”. Bahkan malah terkesan semakin tidak mendidik dan hanya menjadi ajang kepuasan si kakak kelas. Yang biasanya menjadi bagian “pemlonco” seringkali orang2 yang kurang kerjaan, jadi semakin membuat kesan tidak mendidik. Bentuk “perkenalannya” pun lebih ke bentuk yang kurang mendidik dan hanya untuk lucu-lucuan seperti si anak baru harus menggunakan aksesoris yang terlihat “lucu”, menggunduli rambut, memakai dandanan yang aneh2, dsb. Dan kegiatannya pun biasanya seenak jidat si senior, seperti membawa barang2 aneh, dll. Dan penuh kegiatan fisik pastinya.


MOS Sekolah MenengahDan anehnya, walaupun banyak ditentang semenjak era 60-an. Kegiatan seperti ini seakan tidak ada matinya, malah dalam perkembangannya kegiatan seperti ini malah ditiru oleh SMP dan SMA. Dengan dalih “adaptasi dan peralihan masa”, kegiatan inipun dicontoh oleh satuan pendidikan dibawahnya. Walau tidak sesadis di Universitas, tetap saja terkesan tidak mendidik dan kurang bermanfaat, khususnya pada MOS di sekolah negeri.
(sumber : Kompasiana.com)

Baca Selengkapnya ....

Ciri-ciri Madrasah Unggul dan Modern

Posted by e-absen rapat Rabu, 01 Agustus 2012 0 komentar

MAN 1 KENDARI
Untuk mencapai predikat sekolah unggul maka masukan (input), proses pendidikan, guru dan tenaga kependidikan, manajemen, layanan pendidikan, serta sarana penunjangnya harus diarahkan untuk menunjang tercapainya tujuan tersebut.

Format sekolah unggul harus sesuai dengan lima strategi kebijakan pendidikan nasional, yaitu (1) aspek pemerataan kesempatan pendidikan yang bermakna, persamaan kesempatan, aksesibilitas dan keadilan, (2) aspek relevansi yang bermuatan kepatutan dan kesepadanan dengan kebutuhan pembangunan, (3) aspek kualitas pendidikan yang merujuk kepada kualitas proses dan produk pendidikan, (4) aspek efektivitas penggunaan sumberdaya yang dimiliki, nilai strategi dan memacu keterlibatan seluruh lapisan masyarakat tidak terkecuali dunia swasta, dan (5) berwawasan pada kultur dan kepribadian bangsa yang perlu dijadikan landasan hidup bermasyarakat dan bernegara, walaupun era global telah melanda di seluruh pelosok dunia.

Depdikbud mengemukakan dimensi-dimensi keunggulan sebagai ciri sekolah unggul adalah sebagai berikut:
1. Masukan (input) yaitu siswa yang terseleksi ketat dengan menggunakan kriteria tertentu dan prosedur yang dapat dipertanggungjawabkan. Kriteria yang dimaksud adalah; (a) prestasi belajar superior dengan indikator nilai rapor, nilai Ebtanas Murni (NEM), dan hasil tes prestasi akademik, (b) skor psikotes yang meliputi intelegensi dan kreativitas, (c) tes fisik jika diperlukan.
2. Sarana dan prasarana yang menunjang untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa serta menyalurkan minat dan bakatnya, baik dalam kegiatan kurikuler maupun ekstrakurikuler.
3. Lingkungan belajar yang kondusif untuk berkembangnya potensi keunggulan yang nyata baik lingkungan fisik maupun sosial psikologis.
4. Guru dan tenaga kependidikan yang menangani harus unggul baik dari penguasaan materi pelajaran, metode mengajar, maupun komitmen dalam melaksanakan tugas. Untuk itu perlu disediakan insentif tambahan bagi guru berupa uang maupun fasilitas lainnya.
5. Kurikulumnya diperkaya dengan pengembangan dan improvisasi secara maksimal sesuai dengan tuntutan belajar peserta didik yang memiliki kecepatan belajar serta motivasi belajar yang lebih tinggi dibanding dengan siswa yang seusianya.
6. Kurun waktu belajarnya, lebih lama dibanding dengan sekolah lain. Karena bertambahnya materi kurikulum dan atau waktu pembelajaran di luar jam belajar yang telah ditetapkan.
7. Proses belajar mengajar harus berkualitas dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan (accountable) baik kepada siswa, lembaga maupun masyarakat.
8. Sekolah modern/unggul tidak hanya memberikan manfaat kepada peserta didik di sekolah tetapi memiliki resonansi sosial kepada lingkungan sekitarnya.

Sejalan dengan dimensi keunggulan ini, maka untuk melihat karakteristik umum madrasah unggul meliputi;
(1) institusi madrasah yang efektif, baik ditinjau dari pencapaian tujuan maupun proses dan pendayagunaan sumber daya,
(2) memiliki kurikulum dengan landasan yang kuat, strategi dan metode pembelajaran yang bervariasi, berbagai program yang mengembangkan akademik, bakat, minat dan kreativitas siswa serta tujuan dan standar kompetensi yang tinggi,
(3) memiliki kepala madrasah yang kapabel, sebagai administrator, organisator, penanam nilai, katalis, humanis dan rasionalis, serta dapat mengembangkan budaya, memilih strategi yang tepat dan mengelola perubahan yang terjadi,
(4) memiliki guru yang berkompetensi memadai baik secara personal, professional maupun sosial,
(5) iklim madrasah yang baik; dalam arti terdapat hubungan yang harmonis antara guru, kepala sekolah, staf, siswa dan orang tua siswa,
(6) memiliki program evaluasi yang mantap baik untuk mendiagnosis pembelajaran siswa, kemajuan siswa, maupun keefektifan program instruksional dengan standar performasi yang tinggi,

(7) keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam menunjang fasilitas pendidikan demi keberhasilan program madrasah.
Selain dari ciri-ciri tersebut di atas, nilai lebih dari sekolah modern/unggul dapat pula dilihat dari perlakuan tambahan diluar kurikulum nasional melalui pemgembangan kurikulum, program pengayaan, pengajaran remedial, pelayanan bimbingan dan konseling yang berkualitas, pembinaan kreativitas dan kedisiplinan.
Dipublikasikan Oleh:
M. Asrori Ardiansyah, M.Pd
Pendidik di Malang

Sumber:www.kabar-pendidikan.blogspot.com, www.kmp-malang.com www.arminaperdana.blogspot.com, http://grosirlaptop.blogspot.com

Baca Selengkapnya ....

Belajar Menurut islam

Posted by e-absen rapat 0 komentar
KONSEP BELAJAR DALAM ISLAM
Belajar menurut pandangan agama Islam adalah wajib. Hal ini sesuai dengan Firman Allah SWT :
ٱقۡرَأۡ بِٱسۡمِ رَبِّكَ ٱلَّذِى خَلَقَ (١) خَلَقَ ٱلۡإِنسَـٰنَ مِنۡ عَلَقٍ (٢) ٱقۡرَأۡ وَرَبُّكَ ٱلۡأَكۡرَمُ (٣) ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلۡقَلَمِ (٤) عَلَّمَ ٱلۡإِنسَـٰنَ مَا لَمۡ يَعۡلَمۡ (٥)
“Bacalah dengan [menyebut] nama Tuhanmu Yang menciptakan, (1) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. (2) >Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, (3) Yang mengajar [manusia] dengan perantaraan kalam [3]. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. (5)” (Q.S. Al-’Alaq : 1-5)
Konsep pendidikan Islam yaitu suatu ide atau gagasan  untuk menciptakan manusia yang baik dan bertakwa yang menyembah Allah dalam arti yang sebenarnya, yang membangun struktur pribadinya  sesuai dengan syariah Islam serta melaksanakan segenap aktifitas kesehariannya sebagai wujud ketundukannya pada Tuhan. Dengan cara menanamkan nilai-nilai fundamental Islam kepada setiap Muslim terlepas  dari disiplin ilmu apapun yang akan dikaji (Fatih Syuhud dalam  Sidogiri.com).
BELAJAR SMART
Belajar SMART merupakan konsep belajar yang saya kembangkan guna melakukan proses pembelajaran. SMART sendiri merupakan kepanjangan dari :
S = SELALU DIAWALI DO’A
Do’a dan niat merupakan landasan tujuan dari suatu amal/perbuatan. Sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW :
إنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إلَى مَا هَاجَرَ إلَيْهِ
“Sesungguhnya setiap amalan hanyalah tergantung dengan niat-niatnya dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang dia niatkan, maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan RasulNya maka hijrahnya kepada Allah dan RasulNya dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak dia raih atau karena wanita yang hendak dia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia hijrah kepadanya”. (HSR. Bukhary-Muslim dari ‘Umar bin Khoththob radhiallahu ‘anhu)
Doa/niat sangatlah penting menurut pandangan Islam. Salah satu penelitian dari Prof Masaru Emoto membuktikan bahwa do’a-do’a dapat mempengaruhi kondisi air. Air yang diberi do’a-do’a, tulisan serta suara musik yang baik akan membentuk kristal yang sangat indah.
Menurut Emoto, air bisa “mendengar” kata2, “membaca” tulisan, dan “mengerti” pesan dan serta merekam pesan spt pita magnetik atau compact disk. Semakin kuat konsentrasi pemberi pesan, semakin dlm pesan tercetak di air. Air bisa mentransfer pesan tadi melalui molekul air yg lain.
Ketika dibacakan doa untuk kesembuhan didepan sebotol air maka terekam kristal seperti gambar dibawah:

Ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan.
Ketika diputarkan musik symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga.
Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal akan hancur.
Kristal air ini merekam lagu ‘Imagine’ dari John Lennon. Spt lagunya, kristal ini unik dan indah. Setiap elemen tumbuh dg harmonis.
Saat diungkapkan ‘war’, kpd kristal air (sebelah kiri), maka bentuk kristal ‘peace’ (kanan) tertabrak oleh benda mirip pswt (WTC pd 9 Sept). Gb direkam sblm kejadian.
Selanjutnya ditunjukkan kata ”malaikat” : terbentuk rantai dg kristal hexagonal yg indah (gambar kiri) dan ketika ditunjukan kata “setan”, kristal berbentuk buruk dg bola api ditengah (gambar kanan).
Kristal air yang direkam dari mata air yg masih jernih di Jepang.
“Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup.” (QS. Al Anbiya : 30).
KESIMPULAN :
Do’a –> menggetarkan molekul air –> menciptakan kondisi sel baik –> merubah  kondisi fisik maupun mental –> menciptakan perilaku –> membentuk kebiasaan –> tercipta karakter baik
M = MOTIVASI DIRIMU
Motivasikan dirimu sendiri !!pertanyaan berikut perlu dijawab dan direnungkan agar motivasimu terlecut :
  • Untuk apa aku belajar ?
  • Apa manfaat belajar bagiku ?
  • Seandainya aku tidak belajar, apa akibatnya ?
  • dst.
Perlu diingat, bahwa TUGAS BELAJAR adalah WAJIB menurut pandangan ISLAM. Ingat ayat di atas dan ingat juga Sabda Nabi Muhammad :
عَنْ أنس بن مالك رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلّم:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ.
(رواه ابن ماجه)
Dari Anas ibn Malik r.a ia berkata, Rasulullah saw bersabda:
“Menuntut ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap orang Islam”
(HR. Ibn Majah)
Pesan terkandung:
  • Setiap orang Islam wajib menuntut ilmu, baik laki-laki maupun perempuan, orang tua ataupun anak muda.
  • Ilmu yang harus dituntut adalah semua ilmu yang berguna, yang mengajarkan kebaikan, baik itu ilmu-ilmu agama atau ilmu pengetahuan umum.
  • Orang Islam harus menjadi orang pandai, bukan orang yang bodoh.
  • Dengan ilmu orang akan mampu meraih cita-citanya, baik di dunia sampai di akhirat.
Ingat juga, bahwa menuntut Ilmu (belajar) memerlukan biaya yang tidak sedikit. Bagi kamu yang masih sekolah tentunya seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh orang tuamu. Ingatlah kepada orang tuamu yang telah membiayai seluruh kebutuhanmu, termasuk biaya pendidikanmu yang tidak sedikit. Buatlah mereka bangga akan prestasimu ! Kapan lagi membahagiakan mereka berdua, kalau bukan sekarang saatnya !
A = AKTIF SELALU
  1. Aktif mendengarkan keterangan dari guru
  2. Aktif mencatat, catat point-point penting materi pembelajaran
  3. Aktif membaca buku (sehari minimal 10 menit)
  4. Aktif masuk kelas
  5. Aktif bertanya bila ada materi yang kurang paham (buat daftar pertanyaan tiap pertemuan)
  6. Aktif menjawab pertanyaan guru maupun teman
  7. Aktif mengerjakan tugas dan latihan soal
  8. Aktif mencari sumber belajar yang mendukung
  9. Aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang positif
  10. Aktif berdo’a
R = REVIEW (ULANGI KEMBALI)
Ulangi lagi belajar dan membaca materi pelajaran yang di dapat di sekolah.
  1. Tentukan waktu belajarmu, gunakan minimal 15 menit tiap hari untuk belajar
  2. Jika waktu belajarmu lebih dari 30 menit sehari, gunakan waktu jeda/istirahat sebentar agar tidak bosan.
  3. Gunakan gaya belajar yang sesuai dengan tipemu
  4. Manfaatkan seluruh indera dalam belajar
  5. Jangan menunda waktu untuk belajar
  6. Manfaatkan belajar kelompok tiap minggu
T = TAWAKKAL (BERSAERAH DIRI KEPADA ALLAH SWT)
Di kalangan masyarakat awam banyak orang yang salah paham tentang tawakkal. Menurut mereka tawakkal ialah menyerahkan diri secara bulat-bulat kepada Allah SWT, tanpa adanya usaha dan ikhtiar. Tawakkal dilakukan setelah kita berikhtiar dengan sekuat tenaga, maka itulah tawakkal yang sebenarnya.
Manusia boleh berusaha, tetapi hasil merupakan hak prerogatif Allah.
Tawakkal dilakukan setelah kita berusaha dengan keras dan berdo’a.
Hasil akhir merupakan hak Allah dan itu merupakan yang terbaik untuk kita.
Jangan takut gagal, karena dalam kegagalan kita dapat pelajaran

sumber :http://mazguru.wordpress.com/category/edu-soft/

Baca Selengkapnya ....
Ricky Pratama's Blog support EvaFashionStore.Com - Original design by Bamz | Copyright of MAN 1 KENDARI.