PROFIL MAN 1 KENDARI

Posted by e-absen rapat Senin, 29 September 2014 0 komentar


GAMBARAN UMUM MADRASAH

A.   Propil Madrasah Aliyah Negeri 1 Kendari
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kendari merupakan alih fungsi  PGAN Kendari berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor : 64/1990 pada tanggal 25 April 1990.  Madrasah ini adalah satu-satunya MA di Sulawesi Tenggara yang diberi tanggung jawab menjadi Madrasah Aliyah Model berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam – Departemen Agama RI, Nomor E.IV/PP.00.6/KEP/17.A/98, tanggal 20 Februari 1998 tentang Madrasah Aliyah model.
A.1. Identitas MAN 1 Kendari
Sesuai dengan namanya, MAN 1 Kendari terletak di kota Kendari provinsi Sulawesi Tenggara, yang rinciannya sebagai berikut:
1.      Nama Sekolah                   : MAN 1 Kendari
2.      Alamat                              :
a.       Jalan                            : Pasaeno, No. 3
b.      Desa/ Kelurahan          : Bende
c.       Kecamatan                  : Kadia
d.      Kabupaten/ Kota         : Kendari
e.       Provinsi                       : Sultra
f.       Kode Pos                    :9117  g.      No. Telepon/HP          : …………….
3.      Mulai operasional              : Tahun 1990
4.      Luas Tanah                        : …. m2
5.      Luas Bangunan                 : …… m2
6.      Status Tanah                     : Milik Sendiri/ Hibah/ Sewa *)
7.      Status Bangunan               : Milik Sendiri/ Hibah/ Sewa*)
8.      Terakreditasi                     : A  Tahun ………

A.2. Kesiswaan
1.      Rekrutmen Siswa dan Penjurusan
Calon siswa yang mendaftar di MAN 1 Kendari pada empat tahun terakhir cenderung berfluktuasi. Untuk mengontrol jumlah siswa baru sesuai daya tampung yang tersedia dilakukan beberapa seleksi masuk diantaranya adalah seleksi nilai hasil ujian akhir nasional pada tingkat SMP/MTs, seleksi kemampuan baca Al-Qur’an dan TPA. Jumlah rata-rata siswa yang diterima tiap tahunnya sejak tahun 1990 sampai tahun 2009 adalah 315 orang yang akan menempati tujuh kelas X. Namun jumlah ini akan berfluktuasi, yang kemungkinan bertambah ataupun berkurang setelah berada pada kelas XI dan XII. berikut keadaan siswa MAN 1 Kendari sejak tahun pelajaran 1990/1991  sampai dengan tahun pelajaran 2008/2009

Keadaan Siswa MAN 1 Kendari sejak berdirinya hingga tahun pelajaran 2008/2009
Tahun
Pelajaran
Kelas I (X)
Kelas 2 (XI)
Kelas 3 (XII)
Total
Lk
Pr
Jml
Lk
Pr
Jml
Lk
Pr
Jml
Lk
Pr
Jml
1990/1991
92
105
197
-
-
-
-
-
-
92
105
197
1991/1992
89
127
216
64
96
160
-
-
-
153
223
376
1992/1993
92
108
200
81
101
182
66
88
154
239
297
536
1993/1994
106
106
212
81
92
173
83
98
181
270
296
566
1994/1995
100
143
243
95
98
193
76
104
180
271
345
616
1995/1996
80
108
188
70
95
165
95
107
202
245
310
555
1996/1997
110
134
244
82
110
192
73
94
167
265
338
603
1997/1998
116
124
240
76
120
196
75
102
177
267
346
613
1998/1999
129
145
274
96
120
216
68
108
176
293
373
666
1999/2000
164
155
319
90
135
225
84
116
200
338
406
744
2000/2001
139
184
323
113
116
229
92
225
207
344
525
869
2001/2002
110
135
245
92
153
246
99
91
190
301
379
680
2002/2003
131
142
273
92
100
192
84
137
221
307
379
686
2003/2004
131
139
270
122
139
261
89
99
188
342
377
719
2004/2005
120
144
264
112
120
232
111
123
234
343
387
730
2005/2006
144
183
327
93
123
216
106
102
208
313
408
721
2006/2007
128
156
284
126
141
267
99
153
252
353
450
803
2007/2008
156
166
322
109
156
265
83
120
203
348
442
790
2008/2009
108
121
229
120
154
274
104
144
248
332
419
751

Pada mulanya MAN 1 Kendari memiliki tiga program penjurusan yakni jurusan bahasa, Jurusan IPA, dan Jurusan IPS yang dilakukan pada kelas XI, namun karena untuk menyesuaikan dengan kondisi pendidikan yang ada di kota Kendari khususnya dan provinsi Sulawesi Tenggara umumnya, maka sejak T.P. 2006/2007 sampai dengan  T.P. 2010/2011 MAN 1 Kendari tinggal memiliki dua jurusan, yaitu IPA dan IPS. Untuk selanjutnya sampai sekarang MAN 1  Kendari kembali memiliki tiga jurusan, yaitu IPA, IPS dan Keagamaan. Perkembangan penjurusan pada kelas XII  dapat dilihat pada tabel berikut.

Keadaan Siswa Kelas III (Sekarang Kelas XII) MAN 1 Kendari sejak TP 1992/1993
Tahun
Pelajaran
Kelas Bahasa
Kelas IPA
Kelas IPS
Total
Lk
Pr
Jml
Lk
Pr
Jml
Lk
Pr
Jml
Lk
Pr
Jml
1992/1993
28
39
67
20
24
44
18
25
43
66
88
154
1993/1994
37
43
80
28
32
60
18
23
41
83
98
181
1994/1995
21
59
80
32
25
57
23
20
43
76
104
180
1995/1996
39
56
95
32
34
66
24
17
41
95
107
202
1996/1997
21
13
34
33
33
66
36
28
64
90
74
164

1997/1998
4
25
29
37
27
64
32
48
80
73
100
173

1998/1999
11
20
31
27
32
59
28
59
87
66
111
177

1999/2000
4
22
26
34
37
71
45
64
106
83
123
206

2000/2001
6
12
18
31
57
88
55
56
111
92
125
220

2001/2002
5
13
18
20
37
57
72
41
113
97
91
188

2002/2003
5
22
27
41
64
105
39
49
88
85
135
220

2003/2004
6
28
34
33
38
71
50
30
80
89
96
185

2004/2005
8
23
31
61
57
118
41
38
79
110
118
228

2005/2006
11
19
30
46
42
88
49
41
90
106
102
208

2006/2007
-
-
-
51
107
158
38
46
84
89
153
242

2007/2008
-
-
-
51
65
116
32
55
87
83
120
203

2008/2009
-
-
-
77
107
184
27
37
64
104
144
248


2.         Kegiatan Kesiswaan
Kegiatan kesiswaan setiap tahunnya diprogramkan oleh wakamad kesiswan yang dibantu oleh seorang pembina OSIS dan pembina bidang yang sesuai dengan kondisi Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MAN 1 Kendari sebagai kegiaan ekstrakurikuler.
Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MAN 1 Kendari memiliki beberapa unit organisasi penting yang dapat membantu kreativitas dalam membentuk kepribadian serta melatih kepemimpinan di kalangan siswa seperti: kegiatan PMR, UKS, PRAMUKA, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), dan Siswa Pencinta Alam (SISPALA).

A.3. Sarana dan Prasarana
MAN 1 Kendari dalam menyelenggarakan pendidikan telah mengupayakan pengadaan berbagai sarana dan prasarana sebagai kebutuhan sebuah lembaga yang harus menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas. Sarana pendukung tersebut antara lain adalah perpustakaan, Laboratorium dan Aula.

a. Perpustakaan

Perpustakaan ditangani sebagai salah satu kelengkapan organisasi MAN 1 Kendari ditangani oleh seorang koordinator dan dibantu oleh dua orang staf layanan.  Koleksi perpustakaan MAN 1 Kendari pada tahun 2009 adalah sekitar 4696 koleksi dari berbagai bidang ilmu, dan hingga dewasa ini sedang mengupayakan pengembangan pelayanan bagi pembaca terutama dari kalangan siswa.

b. Laboratorium

Laboratorium sebagai sarana penting dalam proses belajar mengajar sedang berupaya untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran di MAN 1 Kendari. Laboratorium ini adalah salah satu unit yang dikelola oleh masing-masing seorang koordinator bidang yakni biologi, kimia, fisika, bahasa, komputer dan multimedia. Tugas yang dilakukan oleh koordinator ini antara lain adalah : merencanakan pengadaan alat dan bahan laboratorium, menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium, dan menyusun laporan hasil pelaksanaan kegiatan laboratorium.

c. Aula (Audiotorium), Wisma dan Katering


Sebagai MAN Model, MAN 1 Kendari dilengkapi dengan Pusat Sumber Belajar Bersama yang dikelola oleh satu tim yang memiliki struktur organisasi tersendiri.
Fasilitas yang tersedia pada PSBB MAN Model Kendari antara lain adalah sebuah gedung penginapan (wisma) dengan kapasitas kamar 115 orang,  dua buah gedung katering yang dilengkapi dengan ruangan makan, dan sebuah Auditorium dengan kapasitas 200 orang.


d. Ruang Tata Usaha dan Kepala Madrasah


Text Box: R. TATA USAHAText Box: R.KEPALA MADRASAH

e. Ruang Belajar


f. Ruang Guru



A.4.  Ketenagaan
            Berdasarkan tenaga pengajar dan tata usaha (TU), MAN 1 Kendari terbilang cukup memadai dari segi jumlah. Untuk tenaga pengajar, MAN 1 Kendari memiliki guru lebih dari setengahnya adalah magister dan selebihnya adalah S1 pada bidangnya masing-masing. Sebaliknya untuk tenaga TU, MAN 1 Kendari memiliki staf TU kurang dari setengahnya adalah S1 dan selebihnya adalah tamatan SMA. Berikut tabel yang menyajikan tentang ketenagaan di MAN 1 Kendari.


Daftar Nama Guru di MAN 1 Kendari
No
NAMA
PENDIDIKAN
MATA PELAJARAN
1.
Dra, Hj. Syamsiar, S.Pd.,M.Hum
S -2
Geografi
3.
Alfiyah, S.Pdi
S - 1
Fiqhi
4.
Drs. H. Haris Mansur
S - 1
Al-Quran Hadits
5.
Annisa, S.Pdi
S - 1
Akidah Akhlak
6.
Sumarlina, S. Ag
S - 1
Akidah Akhlak
7.
Syamsinar, S.Ag.
S - 1
Fighi
8.
Basrun, S.Ag
S - 1
Fiqhi
9.
Dra. Aminah.M, M.Ag
S -2
Akidah Akhlak
10.
Zartini, S.Ag, M.PdI
S -2
Akidah Akhlak
11.
Dra. Hj. Nurlyn, M.Ag
S -2
Akidah Akhlak
12.
Drs. Rustam., M.Pd
S -2
Fiqhi
14.
Syarifuddin, S.Ag. M.Pdi
S -2
Alqur’an Hadis
15.
Lisnasari, S.Pd.,M.Hum
S -2
Bahasa Indonesia
16.
Dra. Jumrah, M.Pd
S -2
Bahasa Indonesia
18.
Rahmad, S.Pd,M.Pd
S -2
Bahasa Indonesia
20.
Drs. Abd. Rauf .T., M.Pdi
S - 2
Bahasa Jerman
21.
Dra. Hj. Sukmawati. M.Hum
S -2
Bahasa Inggris
22.
St. Asniatih, S.Pd. M. Pd.
S -2
Bahasa Inggris
23.
Ernida H.,S.Ag,.M.Pd
S -2
Bahasa Inggris
24.
Rusmiati B., S.Pd, M. Pd.
S -2
Bahasa Inggris
25.
Ld Muh. Subhan,S.Pd.
S - 1
Bahasa Inggris
26.
Drs. M. Taufiq, M. Ag.
S -2
Bahasa Arab
27.
Drs.H.Marsuki
S - 1
Bahasa Arab
28.
Moh. Syafruddin,S.Ag. M. Pdi.
S – 2
Bahasa Arab
29.
Gusnawati Akil, S.Ag.
S – 1
Bahasa Asing
30.
Su'mawati Achmad, S. Ag.
S – 1
Bahasa Asing
31.
Muh. Subhan, S.Ag.
S – 1
Bahasa Asing
32.
Alauddin, S. Pd., M. Si.
S - 2
Matematika
33.
Muzrin Imu, S.Pd.,M.Pd
S - 2
Matematika
34.
La Undi, S.Pd
S - 1
Matematika
35.
Hasrin Lamote, S.Pd, M.Sc
S - 2
Matematika
36.
Ma’sud Achmad, S.Pd.,M.Pd
S - 2
Fisika
37.
Faisah, S.Pd.
S - 1
Fisika
38.
Fitri Wahyuningsi, S. Pd.
S - 1
Fisika
40.
Dra. Sri Astuti,M.Pd.
S -2
Kimia
41.
Djusni Arief,S.Pd.M.Si
S -2
Kimia
42.
Hj. Patmawati, S.Pd., M. Pd.
S -2
Kimia
43.
Dra. Nitah Suryatima, M. Pd.
S -2
Kimia
44.
Drs. Mudair, M.Pd
S - 2
Biologi
45.
Drs. Muis. M.Pd
S - 2
Biologi
46.
Nurhayati, S. Ag., M. Si
S - 2
Biologi
47.
Fardiah, S.Pd.
S - 1
Biologi
48.
Zakaria Rasjid, S.Pd. M. Pd.
S - 2
Ekonomi
49.
Gusnawati L.,S.Pd. M. Pd.
S - 2
Ekonomi
50.
Haswy, S.Pd
S - 2
Ekonomi
51.
Asni, S.Sos., M.Pd
S  - 2
Sosiologi
52.
Dahria, S.Sos., M.Pd
S - 2
Sosiologi
53.
Erlin, S.Sos.
S - 1
Sosiologi
54.
Tasruddin, S.Pd
S - 2
Geografi
55.
Nursan, S. Pd.
S - 1
PKN
56.
Nurjannah, S.Pd.
S - 1
PKN
58.
Yulianti, S.Pd
S - 1
Sejarah
59.
Saenab, S.Pd
S - 1
Sejarah
61.
Andi Kartini, S.Pd
S - 1
Seni Budaya
62.
Ratna R, ST, M.Pd
S - 2
TIK
63.
Irwansyah Nawawi, S.Pd
S - 2
TIK
65.
Zulrahmat,S.Pd, M. Pd.
S - 2
Mulok Radio & TV
66.
La Ludi, S. Pd.M. Pd.
S - 2
Mulok Ket. Listrik
67.
St. Martini, S.Pd, M.Pd
S - 2
Mulok Tata Busana
68.
Dra. Dahliyah
S - 1
Mulok Tata Busana
69.
Nandar Frasasti, S. Pd.
S - 1
Penjas Orkes
70.
Lambolosi, S.Pd.
S - 1
Penjas Orkes



Daftar Nama Tata Usaha di MAN 1 Kendari
No
NAMA
PENDIDIKAN
PEKERJAAN
1.
H. Taufik Latuharhary, S. Sos
S - 1
Ka. Tata Usaha
2.
Alwi Ridha, SE
S - 1
Bendahara
3.
Junaedi, S.Kom
S - 1
Stap Tata Usaha
3.
Hijerah
SMA
Stap Tata Usaha
4.
Wahda Najib, A.ma
D3
Stap Tata Usaha
5.
Hamriani
Madrasah Aliyah
Stap Tata Usaha
6.
Fahra Akib
SMA
Stap Tata Usaha
7.
Asni. S.P
S - 1
Stap Tata Usaha
8.
Ervina
SMA
Stap Tata Usaha
9.
Fadli Rais, S. Kom
S – 1
Stap Tata Usaha
10.
La Ode Kasman
Madrasah Aliyah
Stap Tata Usaha
11.
La Ode  Abd Herman
SMA
Stap Tata Usaha
13.
La Ode Muh. Marwan Husaini
Madrasah Aliyah
Stap Tata Usaha
14.
Agustriyanto
Madrasah Aliyah
Stap Tata Usaha
15.
Dwi Widyanti
Madrasah Aliyah
Stap Tata Usaha
17.
Badria
Madrasah Aliyah
Stap Tata Usaha
18.
Isna
Madrasah Aliyah
Stap Tata Usaha
19.
La Ija

Satpam
20.
Baharuddin

Satpam

B.  Visi dan Misi Madrasah
    B.1.   Visi
“Terwujudnya Madrasah Aliyah Negeri 1 Kendari yang Islami, Unggul, Populis dan Kompetitif”.
    B.2.   Misi
a.      Menanamkan nilai-nilai Islam dan karakter budaya bangsa dalam proses pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran sebagai sumber kearifan dalam bertindak.
b.      Menerapkan pembelajaran yang berwawasan Islami untuk meningkatkan kemampuan akademik dan bimbingan secara efektif pada peserta didik dibidang sains, teknologi, keterampilan, dan keagamaansebagai bekal untuk menuju pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan dunia kerja.
c.       Meningkatkan kedisiplinan warga madrasah dan mengembangkan bakat,  minat peserta didik melalui kegiatan pengembangan diri, serta pelayanan yang optimal pada masyarakat baik kegiatan akademik maupun non akademik.
d.      Menciptakan daya saing madrasah, baik akademik maupun nonakademik pada tingkat regional dan nasional.
C.   Tujuan MAN 1 Kendari
Berdasarkan visi dan misi di atas, maka tujuan yang akan dicapai adalah :
1.      Menghasilkan peserta didik yang senantiasa mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Menghasilkan peserta didik yang cinta kepada tanah air, seni, budaya bangsa.
3.      Menjadikan MAN I Kendari sebagai madrasah yang kompetitifdibidang keagamaan, sains, teknologi, bahasa dan seni.
4.      Membudayakan warga madrasah untuk berdisiplin dalammenjalankan tugas dan fungsinya.
5.      Meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap layanan pendidikan di lingkungan MAN 1 Kendari.
6.      Menjaga lingkungan yang bersih dan rindang sehingga tercipta kenyamanan dalam proses belajar mengajar.
Indikator Visi Madrasah Aliyah Negeri 1 Kendari.
Islami    : Meningkatnya kebiasaan peserta didikdalam mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari baik dilingkungan madrasah maupun di masyarakat.
Unggul   : Meningkatnya prestasi peserta didik MAN 1 Kendari diberbagai bidang mata pelajaran keagamaan, sains, teknologi, Bahasa, Olahraga dan seni.
Populis   :
a.      Meningkatnya disiplin warga madrasah dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.
b.      Meningkatnya minat belajar peserta didik pada program akademik.
c.       Meningkatnya minat belajar peserta didik melalui program lintas minat/pendalaman minat.
d.      Meningkatnya minat dan bakat pada program ekstrakurikuler dan pengembangan diri.
e.      Meningkatnya animo masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan di MAN 1 Kendari.
Kompetitif :     Meningkatnya daya saing MAN 1 Kendari di berbagai bidang ilmu pengetahuan, keagamaan, teknologi, bahasa, olahraga dan seni budaya.
Kegiatan-Kegiatan Untuk Mencapai Visi Dan Misi:
  1. ISLAMI, yaitu menciptakan kegiatan yang bernuansa Islam meliputi :
a.      Membudayakan salam dalam setiap kegiatan.(Rutin).
b.      Membudayakan bacaan Basmallah dan Hamdallah.(Rutin)
c.       Membiasakan tadarrus Al-Qur’an di awal pembelajaran.(Rutin)
d.      Melaksanakan Sholat dhuha  sebulan sekali  pada waktu hari Senin.
e.      Sholat dhuhur berjama’ah pada istirahat ke-II (Rutin)
f.        Mewajibkan Sholat Jum’at bagi para peserta didik di masjid At-Tarbiyah dan dzikir/shalawat bagi para siswi di Aula MAN 1 Kendari tepat waktu                                                                                                                                                                                                                                                                                                   (Rutin)
g.      Mewujudkan perilaku santun dan bersikap sopan.
h.      Memperingati hari-hari besar keagamaan.
i.        Berceramah (Kultum) sebelum sholat dzuhur.
j.        Memperdalam pengetahuan keislaman melalui kegiatan pengembangan diri yang telah dijadwalkan.
k.       Melakukan pencerahan keagamaan bagi siswi yang berhalangan sholat.
  1. UNGGUL, yaitu berusaha menghasilkan prestasi yang optimal dalam berbagai bidang, diantaranya :
a.    Melaksanakan kegiatan pengembangan kemampuan sains dan teknologi meliputi: matapelajaran matematika, kimia, fisika, biologi, ekonomi dan TIK.
b.    Melaksanakan kegiatan pengembangan kemampuan berbahasa seperti bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Bahasa Jerman.
c.    Melaksanakan kegiatan pengembangan kemampuan keagamaan meliputi: Keterampilan Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al- Qur’an, tilawah Al Qur’an, Kaligrafi, dakwah, pidato bahasa Arab.

  1. POPULIS, yaitu dikenal dan diminati masyarakat melalui :
a.      Mengimplementasikan tata tertib Madrasah secara konsisten dan komprehensif.
b.      Menyediakan layanan belajar melalui programlintas minat/pendalaman minat.
c.       Melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler seperti Marching band, pramuka, rohis, dan sains.
d.      Melaksanakan kegiatan pembinaan peserta didik yang bernuansa Islami seperti Tilawah, Qasidah Rabbana moderen.
e.   Melaksanakan program pemagangan ketrampilan pada dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
f.     Memberikan pelayanan yang optimal melalui 4S (salam, senyum, sapa, dan sambut).

  1. KOMPETITIF
Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan:
a.   Melaksanakan lomba di bidang akademik maupun non akademik secara rutin
di tingkat madrasah
b.   Mengikuti kompetisi di bidang akademik maupun non akademik pada tingkat regional maupun nasional.

Prinsip Kerja

  1. Niat baik (innamal a’malu binniyaati).
  2. Keteladanan (modelling).
  3. Kedisiplinan (on time, on system and on rule).
  4. Keterbukaan dan Kebersamaan (one vision).
  5. Orientasi Pelayanan yang prima (sayyidul qaum khadimuhum) 


Baca Selengkapnya ....

UPACARA BENDERA

Posted by e-absen rapat 0 komentar
Moh. Safrudin, S.Ag, M.PdI wakamad Humas MAN1 kendari selaku pembina upacara bendera kendari, 29 September 2014

Baca Selengkapnya ....

QURBAN

Posted by e-absen rapat Kamis, 25 September 2014 0 komentar
DALAM kitab Suci al-Qur'an, Nabi Ibrahim pernah berdo'a:

"Ya Tuhan, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang akan termasuk orang-orang yang saleh."

Maka Allah menyampaikan kabar gembira dengan seorang anak yang santun yang diberi nama Ismail. Dan ketika Ismail telah mencapai usia untuk bekerja bersamanya, Ibrahim meminta pendapat kepada puteranya:

"Wahai anakku, sesungguhnya aku telah melihat dalam tidurku bahwa aku mengorbankan engkau. Maka pikirkanlah, bagaimana pendapatmu?"

Ismail menjawab:
"Wahai bapakku, laksanakanlah apa yang telah diperintahkan kepadamu itu, dan engkau akan mendapati diriku, insya Allah termasuk mereka yang tabah."

Maka, ketika mereka berdua, Ibrahim dan Ismail, itu telah pasrah, dan tatkala Ibrahim merebahkan Ismail pada wajahnya (untuk dikorbankan), Allah berseru kepada Ibrahim:

"Wahai Ibrahim, engkau sungguh telah membenarkan mimpimu!"

Begitulah rekaman dalam Kitab Allah (Q. al-Shaffat/37: 102-111) tentang kisah dua insan, ayah anak yang amat mengaharukan; tentang dua hamba-Nya yang saleh, dua orang Rasul yang kelak menjadi contoh bagi umat manusia tentang bagaimana mentaati perintah Allah. Dalam Firman itu Ibrahim dan Ismail menemukan Tuhan dalam perintahnya untuk berkurban. Mereka mencari ridla dalam semangat berkurban, dan dalam ayat itu pula tercatat dengan jelas bahwa Ibrahim telah melaksanakan korban, dan Ismail, sang anak yang menjadi korban, telah memperlihatkan dengan sebaik-baiknya bahwa mereka memiliki semangat berkorban yang tinggi.

Marilah kita renungi lebih mendalam, apakah arti korban itu? Mengapa kita dituntut untuk memiliki semangat berkorban yang setinggi-tingginya? Mengapa kita diperintahkan untuk mencontoh Nabi Ibrahim dan puteranya, Ismail, dan mempelajari semangat pengorbanan mereka?

"Qurban" adalah kata-kata Arab, yang artinya ialah "pendekatan," yaitu pendekatan kepada Tuhan. Maka, melakukan qurban adalah melakukan sesuatu yang mendekatkan diri kita kepada Tuhan, yakni mendekatkan diri kita kepada tujuan hidup kita. Sebab, kita memang "berasal dari Allah, dan kembali kepada-Nya."

Oleh karena itu, dalam praktik, dalam bentuknya yang nyata, tindakan berkorban adalah tindakan yang disertai pandangan jauh ke depan, yang menunjukkan bahwa kita tidak mudah tertipu oleh kesenangan sesaat, kesenangan sementara, kemudian melupakan kebahagiaan abadi, kebahagiaan selama-lamanya. Maka Ibrahim tidak mau tertipu oleh kesenangan mempunyai seorang anak kesayangan, yaitu Ismail, dan dia tidak ingin lupa akan tujuan hidupnya yang hakiki, yaitu Allah Swt.

Maka Ibrahim pun bersedia mengorbankan anaknya, lambang kesenangan dan kebahagiaan sesaat dan sementara itu, yaitu kesenangan duniawi. Sebab Ibrahim tahu dan yakin akan adanya kebahagiaan abadi dalam ridla dan perkenan Allah Swt. Ismail pun tidak mau terkecoh oleh bayangan hendak hidup senang di dunia ini, tapi kemudian melupakan hidup yang lebih abadi di Akhirat kelak. Maka ia pun bersedia mengakhiri hidupnya yang toh tidak akan terlalu panjang itu, dan pasrah kepada Allah, dikorbankan oleh ayahnya.

Oleh karena itu, makna berkorban ialah bahwa dalam hidup, kita melihat jauh ke masa depan dan tidak boleh terkecoh oleh masa kini yang sedang kita alami; bahwa kita tabah dan sabar menanggung segala beban yang berat dalam hidup kita saat sekarang. Sebab, kita tahu dan yakin bahwa di belakang hari kita akan memperoleh hasil dari usaha, perjuangan, dan jerih payah kita.

Makna berkorban ialah bahwa kita sanggup menunda kenikmatan kecil dan sesaat, demi mencapai kebahagiaan lebih besar dan kekal. Kita bersedia bersusah payah, karena hanya dengan susah payah dan kesungguhan itu, suatu tujuan tercapai, dan cita-cita terlaksana.

Allah berfirman, "Sesunggunya beserta setiap kesulitan itu akan ada kemudahan; (sekali lagi), sesunggunya beserta setiap kesulitan itu akan ada kemudahan. Maka, bila engkau telah bebas (dari suatu beban), tetaplah engkau bekerja keras, dan berusahalah mendekat terus kepada Tuhanmu" Al-Insyirah/94: 5-8.

Semangat berkorban adalah cermin takwa kepada Allah. Sebab takwa itu jika dijalankan dengan ketulusan dan kesungguhan, akan membuat kita mampu melihat jauh ke depan; mampu menginsafi akibat-akibat perbuatan saat ini di kemudian hari, kemudian menyongsong masa mendatang dengan penuh harapan. Marilah kita renungkan firman Allah dalam kitab suci al-Quran mengenai hal ini:

"Wahai sekalian orang yang beriman! Bertakwalah kamu sekalian kepada Allah, dan hendaknya setiap orang memperhatikan apa yang ia perbuat untuk hari esok! Bertakwalah kamu sekalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu yang kamu kerjakan.
Q al-Hasyr/ 59:18.

Firman itu mengandung perintah Ilahi untuk bertakwa. Dan dalam perintah takwa itu sekaligus diingatkan agar kita membiasakan diri menyiapkan masa depan. Maka kuranglah takwa seseorang jika ia kurang mampu melihat masa depan hidupnya yang jauh, jika ia hidup hanya untuk di sini dan kini, di tempat ini dan sekarang ini. Atau, dalam ukurannya yang besar, di dunia ini dan dalam hidup ini saja! Tetapi justru inilah yang sulit kita sadari. Sebab manusia mempunyai kelemahan berpandangan pendek, tidak jauh ke depan.

"Sesungguhnya mereka (manusia) itu mencintai hal-hal yang segera, dan melalaikan di belakang mereka masa yang berat." Al-insan/ 76: 27.

Maka manusia pun tidak tahan menderita dan menerima cobaan. Tidak tabah memikul beban. Dan, selanjutnya, tidak tahan melakukan jerih payah sementara, karena mengira bahwa jerih payah itu kesengsaraan, dan menyangka bahwa kerja keras itu kesusahan! Padahal, justru di balik jerih payahnya itu akan terdapat manis dan nikmatnya keberhasilan dan sukses. Justru di balik pengorbanan itulah akan terasa nikmatnya hidup karunia Tuhan yang amat berharga ini.

Apa sebenarnya yang membuat orang enggan berkorban dan berjerih payah, serta tidak bersedia menempuh kesulitan sementara, menunda kesenangan sesaat? Memang, biasanya orang ingin hidup egois, hidup untuk diri sendiri dan kesenangan sendiri. Akibatnya, ketika ia menerima kesulitan, kesusahan, percobaan dan persoalan, ia mengira bahwa hanya ia sendirilah yang sedang dirundung kemalangan itu.

Lalu ia pun mengeluh dalam hati, memprotes dalam batin, mengapa ia dibuat sengsara, ditimpa berbagai persoalan? Mengapa ia dirundung kesulitan? Mengapa? Dan mengapa? Padahal tidaklah demikian keadaan dan hakikat hidup yang sebenarnya. Kesulitan adalah bagian dari hidup. Justru jika diterima dengan sabar dan tabah, kesulitan akan menjadi 'bumbu' hidup.

Dan di kala kita sedang menderita atau kurang mujur, kita harus tahu serta sadar, bahwa sebenarnya tidak hanya kita saja yang mengalami kesulitan, menerima kesusahan, dan ditimpa penderitaan. Tentang ini, Allah memperingatkan kita:

"... Jika kamu merasakan penderitaan, maka sesungguhnya mereka (orang-orang lain) pun menderita seperti kamu; namun kamu mengharap dari Allah sesuatu yang mereka (orang-orang lain itu) tidak mengaharap ..." al-Nisa/4: 104.

Jadi memang, kita dan mereka --kita orang-orang yang percaya kepada Allah, yang beriman, dan mereka yang tidak percaya, yang kafir-- adalah sama-sama menderita. Tetapi, justru dalam penderitaan itu kita berbeda dengan mereka. Sebab dalam penderitaan itu, kita tetap berpengharapan dan optimis kepada Tuhan.

Maka sungguh pantang bagi orang yang beriman kepada Allah, jika sedang menderita, lalu "ngenes," meratapi nasib dan menyesali perjalan hidup itu, kemudian kehilangan gairah kepada hidup itu sendiri. Sebab tidak seorang pun di antara manusia ini yang pernah benar-benar lepas dari pengalaman yang pahit. Justru kita harus menerima penderitaan itu dan sabar menanggungnya. Kemudian jadikan cambuk, malah modal, untuk berjuang, berusaha sungguh-sungguh dan ber-mujahadah dengan menanamkan semangat berkorban.

Semangat berkorban itulah yang akan melepaskan diri kita dari kungkungan penderitaan. Dan Allah tidak menyia-nyiakan atau membiarkan kita sendirian. Sebab di balik setiap penderitaan itu, seperti janji Allah sendiri, terdapat kenikmatan dan kebahagiaan. Tidak ada seruas dari perjalanan hidup kita yang berlalu dengan percuma. Kita hendaknya selalu mengingat gugatan Allah dalam Kitab Suci:

"Apakah kamu menyangka kamu bakal masuk surga, padahal belum disaksikan oleh Allah siapa di antara kamu yang berjuang, bersusah payah, menempuh kesulitan, dan (belum disaksikan pula) siapa yang sabar, tabah, dan tahan menderita?" Q. Alu-Imran/ 3:142

Berusaha dengan sungguh-sungguh dan bekerja keras adalah hakikat hidup yang bermakna. Sementara itu pengorbanan adalah tuntutan perjuangan yang tak terelakkan. Keduanya harus diiringi dengan sikap lapang dada, sabar, dan tahan menderita. Hanya pandangan serupa itulah yang akan memberi kenikmatan hakiki dan kebahagaiaan sejati.

Itulah semangat pengorbanan Ibrahim yang pasrah hendak mengorbankan anaknya, Ismail. Dan itulah pula semangat Ismail, yang pasrah menyerahkan dirinya untuk dikorbankan. Kedua insan, ayah dan anak itu menjadi contoh bagi kita semua, umat manusia, tentang bagaimana ketulusan berkorban, serta melawan godaan hidup senang sesaat, karena hendak mencapai hidup bahagia abadi. Itulah ruh yang terkandung dalam ajaran berkorban. Dengan semangat pengorbanan yang tinggi kita mendekatkan diri kepada Allah, dan dengan ridha Allah kita akan mendapatkan kebahagiaan abadi dan sejati. Amin ya Robbal alamin.

Baca Selengkapnya ....

FADHILAH MAKAN SAHUR

Posted by e-absen rapat Rabu, 02 Juli 2014 0 komentar
Sebagaimana telah sama-sama kita ketahui, salah satu adab dan akhlak berpuasa adalah melaksanakan sahur.
Dalam sebuah hadits riwayat Imam Bukhari dan Muslim dari Anas, Rasulullah SAW bersabda : "Sahurlah kamu sekalian, karena sahur itu mengandung keberkahan."

Keberkahan yang dimaksud, di samping menyebabkan kekuatan dalam puasa, menguatkan motivasi dalam melaksanakan ibadah puasa, juga mengandung pahala karena mengikuti Sunnah Rasulullah SAW.
      
Sesungguhnya sahur itu memiliki tiga makna yang berkaitan satu dengan yang lainnya dan ketiga-tiganya mengandung kebaikan dan keberkahan. 

Pertama, sahur dalam pengertian makan dan makanan yang disajikan waktu sahur karena akan melaksanakan ibadah puasa pada esok harinya, sebagaimana dikemukakan dalam hadits tersebut di atas.

Juga hadits riwayat Imam Nasai dari Miqdam bin Ma'di Kariba, Rasulullah saw bersabda: "Hendaknya kalian makan sahur, karena sesunguhnya hal ini adalah hidangan yang penuh dengan keberkahan."

Kedua, sahur dalam pengertian waktu yang sangat berharga dan bernilai tinggi dalam pandangan Allah dan Rasul-Nya.
Waktu mustajab terhadap setiap doa dan permohonan serta istighfar yang diucapkan dengan lisan yang keluar dari sanubari yang dalam, penuh dengan penghayatan.

Waktu sahur adalah waktu turunnya rahmat, cinta, kasih sayang, dan ampunan dari Allah SWT. Langit pun terbuka, tidak ada hijab atau penghalang antara hamba yang berdoa dan merintih dengan Allah SWT, Dzat yang Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Mendengar.

Bahkan juga pada waktu sahur sangat dianjurkan melaksanakan shalat tahajjud, mengikuti sunnah Rasul dan mengikuti tradisi salafus salih.

Ketiga, sahur dalam pengertian amal baik yang dilakukan pada waktu tersebut, seperti doa dan istighfar. Kedua amalan ini sangat baik dilakukan pada waktu sahur tersebut, bahkan dijadikan salah satu ciri utama orang yang akan meraih kesuksesan dan kebahagiaan yang hakiki, dunia dan akhirat.

Hal ini sebagaimana dikemukakan dalam QS Ali Imran 17: "(Orang yang akan mendapat nikmat surga) adalah orang orang yang shabar, orang yang benar/jujur, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sahur"
      
Mari kita pergunakan waktu sahur yang sangat agung dan mulia  ini, di samping untuk makan sahur, berdoa berdzikir dan istighfar juga untuk melaksanakan shalat tahajjud dan ibadah-ibadah lainnya. Semoga keberkahan dari Allah SWT terlimpah dan tercurah pada kita semua. Wallahu 'Alam bi Ash shawab

Baca Selengkapnya ....
Ricky Pratama's Blog support EvaFashionStore.Com - Original design by Bamz | Copyright of MAN 1 KENDARI.